BencoolenTimes.com, – Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat dipanggil dan diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bengkulu terkait dugaan keterlibatan mobilitas ASN dan siswa di perayaan HUT partai Golkar ke-58.
Terkait hal ini, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partai Golkar Provinsi Bengkulu angkat bicara.
Ketua MPO DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, H. Zulkarnain Kaka Jodho menyampaikan bahwa, kegiatan HUT partai Golkar ke-58 dibarengi dengan peringatan hari sumpah pemuda ke-94 dan HUT Provinsi Bengkulu ke-54, sehingga DPD partai Golkar Provinsi Bengkulu mengundang semua komponen masyarakat.
“Karena sesuai apa yang disampaikan oleh ketua DPD partai Golkar Provinsi Bengkulu pada kata sambutannya bahwa kita dua tahun terakhir dilanda Covid-19, maka kita mengajak untuk riang gembira menyambut ulang tahun apapun itu dan kebetulan kemarin ulang tahun partai Golkar ke-58 dengan jalan santai sehingga kita mengundang seluruh komponen masyarakat, mulai dari Forkopimda, pelajar, mahasiswa, dan instansi vertikal lainnya,” ungkap Zulkarnain Kaka Jodho, Rabu (19/10/2022).
Tokoh politik Bengkulu yang akrab disapa Gusdur ini menjelaskan, terkait adanya pemberitaan mobilitas massa dari instansi tertentu di perayaan HUT partai Golkar ke-58 kemarin, partai Golkar hanya mengundang.
“Kalau selama ini ada imbauan dari dinas tertentu, itu teknis mereka. Yang jelasnya, partai Golkar hanya mengundang, kalau mau datang Alhamdulillah, kalau tidak datang tak masalah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam berpolitik jangan terlalu kaku, karena semua kerangka kehidupan tidak terlepas dari politik. Pengambilan kebijakan di nasional maupun daerah juga berdasarkan kebijakan politik.
“Makanya semua masyarakat kita undang, mengapa salah satu kita mengundang pelajar, alasannya karena mereka pemilih pemula yang wajib mengenal politik. Hari ini partai Golkar mengundang, mungkin besok partai lain yang berulang tahun, silahkan mengundang untuk mensosialisasikan pemilih pemula,” tukasnya.
Ia berharap permasalahan ini tidak dibesar-besarkan tetapi dikecilkan dan bersatu padu membangun Provinsi Bengkulu. (JRS)



