21.9 C
New York
Friday, May 29, 2026

Buy now

spot_img

Hotel Mercure Gelar Pesta Nikah? Wartawan Dilarang Masuk

BencoolenTimes.com, – Hotel Mercure Bengkulu, menjadi sorotan setelah diduga menggelar pesta nikah Sabtu (30/1/2021) siang. Pasalnya, Pemkot Bengkulu belum mencabut surat edaran (SE) Walikota Bengkulu yang melarang digelarnya pesta nikah lantaran situasi pandemi covid-19 di Kota Bengkulu terus bertambah.

Berawal dari laporan warga yang masuk ke kontak redaksi media ini, ada foto panggung pesta pernikahan yang disebut ada di Hotel Mercure di Jalan S. Parman Kota Bengkulu Bengkulu. Awak media ini lalu menghubungi Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Bujang HR.

Foto pelaminan pesta pernikahan

Bujang mengaku belum tahu ada pesta di Hotel Mercure, ia menyarankan wartawan menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota. Saat dihubungi, nomor yang didapat wartawan untuk dua pejabat itu, tidak aktif.

Wartawan sudah mencoba menghubungi kembali Bujang HR, namun tidak ada jawaban. Namun Kamis (28/1/2021) lalu, Bujang HR mengatakan, tentang SE Walikota yang belum mengizinkan untuk adanya kegiatan yang bersifat kerumunan.

“Hari ini (Kamis) sudah dilakukan rapat, dan hasil dari rapat berdasarkan data di lapangan. Bahwa kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bengkulu masih tinggi, oleh karena itu hasil rapat tim gugus tugas belum bisa menerapkan Surat Edaran Gubernur, di Kota Bengkulu dan masih berpedoman dengan Surat Edaran Walikota Bengkulu yang lama, terkait larangan kegiatan bersifat kerumanan,” ujar Bujang dilansir dari rakyatbengkulu.com.

Belum lama ini juga, Gubernur Bengkulu juga mengeluarkan surat boleh menggelar pesta pernikahan, namun harus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Wartawan lantas mendatangi Hotel Mercure, memastikan kebenaran informasi yang diterima dari warga.

Saat wartawan tiba untuk mengecek dan mengkonfirmasi, terkait kebenaran adanya kegiatan resepsi pernikahan di Hotel Mercure, pantauan langsung media ini dari lokasi, menemukan mobil yang dihias untuk membawa pengantin.

Di lokasi itu juga, banyak mobil tamu undangan yang datang. Banyak warga berpakaian batik dan membawa undangan. Wartawan lantas menanyakan langsung ke resepsionis, namun resepsionis melarang wartawan masuk.

“Tidak boleh masuk mas, kalau mau masuk harus pakai surat izin dari kantornya,” kata resepsionis Hotel Mercure.

Saat wartawan meminta izin untuk naik ke lantai tiga, resepsionis itu menjelaskan bahwa di Hotel Mercure hari ini, Sabtu (30/1/2021) tidak ada kegiatan resepsi pernikahan.

“Di atas tidak ada kegiatan resepsi pernikahan, cuma saudara-saudara dari pihak pengantin yang memesan kamar, kegiatan resepsinya itu di gereja. Iya kita tahu surat edaran walikota memang melarang. Tapi di sini tidak ada pesta,” jelasnya.

Mendengar penjelasan resepsionis, berbeda dengan situasi di lokasi tersebut. Karena semakin banyak tamu undangan yang berdatangan, sembari mengantre masuk di depan pintu lift Hotel Mercure. Lalu wartawan turun ke lantai dasar, kebetulan ada tamu undangan yang baru datang dengan menggunakan motor.

Wartawan bertanya, kembali untuk memastikan kegiatan resepsi pernikahan di dalam Hotel Mercure. Tamu undangan itu menunjukkan kertas undangan dalam bentuk foto, di sana tertera bahwa kegiatan resepsi pernikahan di selenggarakan di Hotel Mercure.

“Ini mas undangannya (sembari memperlihatkan foto undangan yang ada di HP),” kata tamu undangan tersebut.

Bahkan ada salah satu tamu yang menanyakan langsung ke wartawan, dan meminta untuk ditunjukkan ruangan mana resepsi itu digelar.

“Sini dek, tolong antarkan ibu ke tempat pesta nikah,” ujar ibu yang meminta diantar wartawan. Karena tidak tahu ruangannya, wartawan mengarahkan ibu tersebut menanyakan ke pihak hotel.

Saat beranjak keluar dari area hotel, wartawan sempat dihadang satpam yang berjaga di gerbang masuk Hotel Mercure, dengan menanyakan asal media dan meminta kartu identitas serta meminta nomor HP.

“Mas dari media mana? bisa tunjukkan kartu nama atau identitasnya?” tanya satpam itu.

Saat wartawan sedang menunjukkan identitas, kembali datang tamu undangan yang bertanya kepada security itu.

“Di ruangan mana undangan?” tanya bapak-bapak berpakaian batik.

Namun dengan tegas, security itu menjawab tidak ada pesta penikahan kepada bapak tersebut.

“Tidak ada pak, di sini (hotel) tidak ada pak,” jawab security yang masih menanyakan identitas wartawan.

“Laaah, katanya di Mercure,” kata bapak itu lagi ke security. Anehnya, bapak yang sudah datang ke Hotel Mercure itu lalu diarahkan security ke Hotel X (salah satu hotel di Kota Bengkulu) dan bapak itu mengikuti.

Sementara tamu lainnya, masuk ke Mercure.
Setelah bapak itu pergi ke arah hotel X, security lalu meminta kartu jurnalis wartawan. Setelah diberikan, security juga meminta nomor HP, lalu meminta wartawan pergi.(PPJ)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!