spot_img
Wednesday, August 3, 2022
spot_img
HomeInfo DaerahIrigasi dan Jembatan Rusak Parah, APH Diminta Turun

Irigasi dan Jembatan Rusak Parah, APH Diminta Turun

-

BencoolenTimes.com, –  Tokoh masyarakat Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun, menyikapi kerusakan parah jembatan Air Nipis dan saluran irigasi Air Nipis.

Diketahui, pekerjaan proyek bendungan Air Nipis Bengkulu Selatan sudah dua kali rusak. Pertama pada buoan Juni 2021 lalu dan melululantakkan saluran irigasi Air Nipis sehingga mengakibatkan ratusan hektar sawah di Kecamatan Air Nipis tidak bisa ditanami padi.

Kejadian kedua pada September 2021 ini, jembatan Air Nipis kembali ambruk, beruntung satu jembatan yang berdekatan tidak ikut ambruk, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu.

Kerusakan tersebut menuai komentar, salah satunya dari Indarmen Syukur, Tokoh Masyarakat Air Nipis yang mengungkapkan, bahwa ambruknya jembatan dan kerusakan Irigasi Air Nipis bukan murni disebabkan oleh bencana alam melainkan ada faktor kesalahan teknis kerja, diantaranya kesalahan teknis dalam pemasangan Cekdam.

“Disini tidak serta merta kesalahan konsultan perencana, saya melihat dari sisi pelaksanaan pekerjaan. Dalam pelaksaan pekerjaan, saya berpendapat tim dilapangan, kontraktor, konsultan pengawas, direksi tidak membuat perencanaan yang matang dalam pembuatan Cekdam di lapangan,” kata Indarmen Syukur, Jumat (24/9/2021).

Indarmen Syukur menuturkan, seharusnya pihak kontraktor mengajukan ke konsultan pengawas diperiksa oleh konsultan pengawas dan disetujui direksi dalam pembuatan Cekdam ini.

“Di lapangan, tim ini tidak memikirkan dampak yang terjadi dalam pembuatan Cekdam, ini dinamakan tidak becus dan tidak bisa melihat kondisi dilapangan. Dengan ambruknya jembatan ini saya meminta sebagai tokoh masyarakat kepada aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi penuh terhadap kejadian runtuhnya jembatan Air Nipis. Saya memandang, ini bukan karena bencana alam ini kesalahan manusia, jadi saya mohon sekali lagi kepada penegak hukum untuk turun langsung melakukan investigasi di lapangan, ada apa sebenarnya ini,” ungkap Indarmen Syukur.

Informasi yang didapat di lapangan, proyek Irigasi senilai Rp 16 miliar tersebut dikerjakan oleh PT Bumi Arenas Rafflesia selaku Kontraktor.

Sedangkan, untuk jembatan Air Nipis yang rusak tersebut merupakan proyek Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu tahun 2019 dengan konsultan pengawas CV. Civarligma Engineering dimana Direkturnya adalah Hendri Agustomi. (Bay)

Related articles

Latest posts

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!