Kasus Bayi Kembar Meninggal di Inkubator, Ini Klarifikasi RSMY

BencoolenTimes.Com, – Terkait pemberitaan bayi kembar, yang diduga meninggal akibat padamnya listrik di ruang inkubator Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) akhirnya ditanggapi pihak manajemen rumah sakit, Kamis (21/2/2019).

Ketua Komite Perawat, Desy Susanti, M.Kep, mengatakan atas adanya pemberitaan bayi kembar yang meninggal diduga akibat dari padamnya listrik di ruangan inkubator, pihak manajemen rumah sakit menggelar rapat guna mencari informasi adanya pemberitaan tersebut.

“Dari hasil keputusan rapat kami dengan para kawan-kawan yang melakukan perawatan, kami mendapatkan 5 hasil kesimpulan,” ucap Desy, saat memberikan klarifikasi kepada awak media.

Adapun hasil keputusan rapat tersebut, sambung Desy, menghasilkan 5 poin yang perlu diketahui, yaitu, kondisi pasien kritis sejak awal masuk dan dirawat di ruangan Perinatologi. Lalu, Keluarga sudah diberitahu dan diedukasi tentang kondisi pasien.

Selanjutnya, saat listrik mati alat penunjang kehidupan masih berfungsi dengan baik, karena alat itu punya baterai. Kemudian, semua tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP. Terakhir, pasien meninggal dihadapan dokter, perawat, bidan dan keluarga pasien, setelah dilakukan tindakan untuk menolong pasien sesuai dengan SOP.

Sementara itu, saat ditanyai soal adanya keterangan ayah bayi, Sudarmono bahwa adanya listrik padam di ruangan inkubator, pihak manajemen RSMY tak menampik akan hal tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari kawan-kawan, emang benar listrik mati sekitar 5 menit lebih, dan mungkin paling lama lah 10 menit, rasanya tidak sampai,” ungkapnya.

Desy menerangkan, meskipun listrik padam saat di ruangan inkubator, alat bantu kehidupan yang terpasang pada tubuh bayi Insya Allah tidak terlalu berpengaruh secara signifikan, serta alat ventilator nya masih hidup karena pengaruh charger.

“Inkubator masih tetap hangat, ventilator masih hidup, serta oksigen pun tidak berpengaruh walaupun mati lampu,” tutupnya.

Sebelumnya, ayah dari bayi kembar tersebut So, menerangkan anak pertamanya meninggal pada Senin (18/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Sedangkan kembarannya, meninggal pada Selasa (19/2/2019) subuh.

“Saya sangat menyesali listrik di ruangan inkubator mati selama kurang lebih 30 menit. Listrik yang mati pun hanya di ruangan inkubator aja saat itu, sedangkan anak saya butuh perawatan dari ruangan inkubator,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, So tidak akan menuntut apa-apa kepada pihak RSMY.

“Saya berharap kejadian seperti ini cukup kami yang merasakan. Kami berharap pemerintah harus lebih memperhatikan lagi soal listrik di ruangan inkubator, karena bayi yang masuk ke ruangan tersebut emang butuh perawatan intensif,” pungkasnya. (Ros)