Kuasa Hukum Paslon Bupati Kepahiang Laporkan Cuitan di Medsos ke Polda

BencoolenTimes.com, – Pasangan Calon (Paslon) Bupati Kepahiang nomor urut 1 melalui tim kuasa hukumnya melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau Hoax di Media Sosial (Medsos) yang diduga dilakukan RC (Laki-laki) dan YB (Perempuan) ke Polda Bengkulu, Senin, (7/12/2020).

“Jadi saya bersama bang Syakir, selaku Ketua tim kuasa hukum Paslon nomor urut 1 Kepahiang tim Padek kemarin, Rabu (7/12/2020) melapor ke Polda Bengkulu atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa oknum yang diduga merupakan masih keluarga dekat dari salah satu Paslon lainnya (Paslon nomor 2) di Media Sosial,” kata Tim Kuasa Hukum Ana Tasia Pase.

Ana Tasia Pase menuturkan, dugaan pencemaran nama baik atau penyebaran berita bohong itu bermula saat akun Facebook diduga milik RC menuliskan status “Mano bisa jadi bupati… satu tukang pupuk, satu tukang beburu… cocok 2 orang ini di kebun”. Cuitan itu diunggah,Rabu, (2/12/2020) pukul 20.40.WIB yang ditujukan kepada Paslon nomor urut 1.

Selain status Facebook tersebut didapati juga, terjadi pada tayangan siaran langsung melalui akun Youtube RBTV pada debat pertama Cabup dan Cawabup Kepahiang yang mana ada komentar dari akun inisial YB yang menyatakan Cabup dan Cawabup nomor urut 1 ini germo.

Selain itu ada lagi komentar dari akun YB yang menyatakan bahwa seluruh tim dari pasangan nomor urut 1 semuanya germo.

Melihat adanya komentar yang tidak baik tersebut, beberapa orang saksi langsung menscreenshot komentar tersebut sebagai bukti. Saat itu Ana Tasia Pase sempat membalas komentar yang ditulis YB dengan nada kesal “Dari pernyataanya itu berarti termasuk kuasa hukum juga germo, maka dari itu kami tidak terima”.

“Nah, ini kan sebenarnya merupakan suatu ujaran kebencian dan berita bohong dan tidak hanya sampai disitu si YB ini juga mengaku bahwa dia pernah dipakai. Sangat jelas disana konotasinya sangat buruk,” jelas Ana Tasia Pase.

Ana Tasia Pase sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan tersebut karena dapat membuat kegaduhan dan membuat suasana Pilkada menjadi tidak baik dan kondusif.

“Atas tindakan yang mereka lakukan ini tentunya kami sangat menyayangkan karena tidak menunjukan perilaku dan contoh yang tidak baik dan bijak dalam menggunakan sosial media. Apa lagi dalam masa Pilkada ini tentunya dapat membuat kegaduhan yang membuat suasana Pilkada menjadi tidak baik dan kondusif,” tutup Ana Tasia Pase. (CW2)