24.1 C
New York
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

spot_img

Pemkab Lebong Review Kinerja Penanganan Stunting Tahun 2023

BencoolenTimes.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, menggelar kegiatan rapat Review Kinerja Penanganan Stunting Tahun Anggaran (TA) 2023. Kegiatan dipusatkan di Aula Gedung Swarang Stumang Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong, Rabu (7/2) pagi. Rapat Review Kinerja Penanganan Stunting dilakukan juga dalam rangka Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting TA 2024.

Acara dibuka Wakil Bupati (Wabup) Lebong, Fahrurrozi yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 Kabupaten Lebong. Wabup Farurrozi mewakili Bupati Lebong Kopli Ansori, memimpin rapat bersama perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dan Kepala Dinas (Kadis) P3AP2KB Lebong, Yuswati. Serta dihadiri Kadis Kesehatan Lebong, Rachman dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekabupaten Lebong.

Baca Juga  PLN Indonesia Power UPB Bengkulu Sosialisasi Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Dalam arahannya, Wabup Fahrurrozi menyampaikan, review kinerja pelaksanaan penurunan stunting ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran dan merumuskan perbaikan dalam rangka pencapaiaan kinerja penurunan stunting di tahun 2024 mendatang. Hal ini juga sesuai target prevalensi stunting 14 persen yang ditetapkan dalam Perpres 72 tahun 2021.

 

Perwakilan OPD yang terlibat dalam TPPS, mengikuti kegiatan rapat review kinerja penurunan stunting di Kabupaten Lebong.

Wabup Fahrurrozi meminta kepada semua pihak, khususnya OPD yang terlibat dalam TPPS bisa memahami bahwa, upaya penurunan stunting bukan hanya urusan DP3APPKB saja. ‘’Urusan stunting ini adalah urusan konvergensi, jadi ini urusan bersama. Kita semua, masing-masing punya tugas dan tanggung jawab didalamnya,’’ pinta Wabup Fahrurrozi.

Baca Juga  Berikut Kronologis Heboh Pelajar Hanyut

Wabup Fahrurrozi mengingatkan, upaya percepatan penurunan stunting titik startnya adalah data. Jika data yang disediakan betul-betul akurat, maka strategi penanganannya pasti akan tetap sasaran. Tapi jika sebaliknya, data yang disediakan asal-asalan, maka penanganannya pasti tidak tepat sasaran. ‘’Makanya, seluruh OPD yang masuk dalam TPPS, segera menyediakan basis data yang baik dan benar. Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh OPD yang sudah berpartisipasi secara aktif dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lebong,’’ ucap Wabup Fahrurrozi mengingatkan.

Ditambahkan Wabup Fahrurrozi, partisipasi aktif dari OPD pengampu percepatan penurunan stunting menjadi faktor penting dan penentu dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lebong. Sehingga, sesuai target, bisa terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu, persentase kasus stunting tersebut.

Baca Juga  Update Terbaru Heboh Pelajar Hanyut, 3 Korban Dinyatakan MD

‘’Dimana diketahui, hasil timbang bulan Agustus 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Lebong adalah 4,52 persen (EPPGM 2022). Dan untuk hasil timbang Agustus 2023, kembali menurun menjadi 2,93 persen (EPPGM 2023). Artinya, ini menjadi salah satu bukti semua pihak sudah bekerja secara bersama dan sama-sama bekerja, dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lebong,’’ demikian Wabup Fahrurrozi.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!