BencoolenTimes.com, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub)memasang neon box papan nama di bundaran kota. Langkah ini diambil untuk memudahkan masyarakat mengingat nama baru simpang yang telah diubah menjadi bundaran di kota tersebut, Senin, 24 Juni 2024.
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu telah mengganti nama beberapa simpang menjadi bundaran dengan nama mantan Walikota dan sejumlah tokoh bersejarah Bengkulu. Inisiatif ini bertujuan untuk mengapresiasi serta mengenang nilai sejarah kota.
Kadishub Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan menjelaskan bahwa, pemasangan neon box ini tidak hanya menambah estetika kota, tetapi juga mempermudah masyarakat dalam mengingat nama baru setiap bundaran. “Pemasangan ini diharapkan membantu masyarakat yang mungkin masih asing dengan nama-nama baru tersebut,” ujar Hendri.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan nama dari simpang menjadi bundaran adalah bagian dari proses pembangunan kota Bengkulu menuju arah yang lebih baik. Perubahan ini didasarkan pada Surat Keputusan (SK) yang mencantumkan nama-nama baru di beberapa ruas jalan kota.
Selain itu, perubahan nama ini juga sejalan dengan kebijakan Pemkot Bengkulu yang menamai kota ini menjadi Kota Merah Putih. Kebijakan ini didasari oleh nilai sejarah bahwa Bengkulu adalah tempat kelahiran Ibu Fatmawati, ibu negara pertama dan penjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih, yang menjadi simbol kemerdekaan Republik Indonesia. (BAY)
* Berikut daftar lengkap 14 nama-nama persimpangan jalan yang diubah Pemkot Bengkulu :
1. Simpang Polda menjadi Bundaran Hasan Basri
2. Simpang Nakau menjadi Bundaran Ahmad Kanedi
3. Simpang Panorama menjadi Bundaran Hamzah Sa’ari
4. Simpang 5 Ratu Samban menjadi Bundaran Fatmawati
5. Simpang Bank Indonesia menjadi Bundaran Fadhilah
6. Simpang Jam menjadi Bundaran K.Z Abidin
7. Simpang Skip menjadi Bundaran Chairul Amri
8. Simpang 4 Pantai menjadi Bundaran Syafiudin A.R
9. Simpang DPRD Provinsi Bengkulu menjadi Bundaran Chalik Effendi
10. Simpang Harapan menjadi Bundaran Achmad Rusli
11. Simpang Kampung Bali menjadi Bundaran M. Salim Karim
12. Simpang Sukamerindu menjadi Bundaran M. Zen Rani
13. Simpang SLB menjadi Bundaran Tabri Hamzah
14. Simpang Pagar Dewa menjadi Bundaran Sulaiman Effendi



