BencoolenTimes.com – Kebijakan Bank Bengkulu yang tidak memperpanjang kontrak 89 karyawan hasil rekrutmen bermasalah dinilai sebagai keputusan yang tegas dan positif.
Keputusan ini diapresiasi oleh elemen pemuda karena dianggap mampu menjawab keresahan masyarakat sekaligus memulihkan nama baik Bank Bengkulu.
Salah satu tokoh pemuda Sekaligus aktivis Provinsi bengkulu, M. Dio Putra, menegaskan bahwa permasalahan rekrutmen bermasalah ini telah menjadi sorotan publik sejak 2024.
Dalam proses tersebut, terbukti adanya praktik transaksional dan titipan yang terungkap dalam persidangan Eks Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Fakta-fakta itu menguatkan dugaan adanya kecurangan dalam seleksi pegawai Bank Bengkulu.
‘’Saya menilai tidak memperpanjang kontrak karyawan dari hasil rekrutmen bermasalah merupakan keputusan yang tegas sekaligus langkah positif. Ini menyelesaikan permasalahan sekaligus memulihkan nama baik Bank Bengkulu di mata masyarakat,’’ ujar Dio, Kamis, 18 September 2025.
Menurutnya, masyarakat sudah lama mengetahui adanya praktik transaksional dalam rekrutmen 2024, sehingga langkah Bank Bengkulu ini merupakan jawaban yang tepat atas keresahan publik.
Terkait adanya sikap penolakan dari sebagian pegawai yang kontraknya tidak diperpanjang, Dio menegaskan bahwa, secara hukum dan aturan ketenagakerjaan keputusan itu sudah jelas.
‘’Ya namanya karyawan kontrak, sudah pasti ada rentang waktu hubungan kerja. Seperti yang kita tahu juga, kontraknya memang sudah berakhir. Jadi saya kira keputusan itu sudah tepat dan harus dipahami,’’ tegasnya.
Lebih lanjut, Dio berharap para pegawai yang terdampak dapat menyikapi hal ini secara profesional.
‘’Bagi pegawai yang terdampak saya pikir sudah seharusnya menerima secara profesional dan konsekuen. Semoga ke depan mereka diberikan jalan karir atau pekerjaan yang lebih baik lagi,’’ tambahnya.
Ia juga menekankan agar kebijakan ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan sistem tata kelola di Bank Bengkulu.
‘’Harapan kami sebagai pemuda, dengan adanya kebijakan ini nama baik Bank Bengkulu kembali bagus di mata masyarakat. Bank Bengkulu adalah bank daerah yang berefek langsung terhadap pembangunan, sehingga sistem tata kelolanya harus semakin baik. Rekrutmen bermasalah ini harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi,’’ jelas Dio.
Dio menambahkan, pemuda juga berharap agar kebijakan ini membuka ruang bagi proses rekrutmen yang lebih bersih, adil, dan transparan di masa mendatang.
‘’Saya berharap ke depan, ketika Bank Bengkulu membuka rekrutmen baru, prosesnya dilakukan secara lebih fair, transparan, dan terbuka luas bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap Bank Bengkulu akan semakin menguat,’’ ujarnya.
Sebagai penutup, Dio menekankan bahwa pemuda siap memberikan dukungan terhadap kebijakan yang berpihak pada integritas dan kemajuan daerah.
‘’Selagi kebijakan itu bagus dan berdampak positif bagi pembangunan dan kemajuan daerah, maka sudah tugas kita masyarakat, khususnya pemuda, untuk memberi dukungan,’’ pungkasnya.(OIL/RLS)



