Home Info Daerah Pesantren Mambaul Ulum Terima Bantuan dari BI

Pesantren Mambaul Ulum Terima Bantuan dari BI

Pesantren Mambaul Ulum Terima Bantuan dari BI
Pesantren Mambaul Ulum Terima Bantuan dari BI

Bencoolentimes.com – Pesantren Mambaul Ulum mendapat bantuan dari Bank Indonesia (BI) berbentuk pengelolahan jamur tiram dan satu unit sepeda motor, ini merupakan program sosial dari BI di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu.

Pesantren ini berlokasi di Desa Harapan Makmur Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Acara tersebut berlangsung halaman pekarangan pesantren, hari Sabtu (12/10/2019).

Adapun acara tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur BI Dr. Sugeng beserta rekan-rekan sekaligus menyerahkan bantuan tersebut kepihak pesantren. Bantuan tersebut tidak berbentuk uang tunai akan tetapi berbentuk kendaraan dan pengelolahan jamur.

Deputi Gubernur BI, Sugeng menyampaikan, pihaknya sengaja memberikan bantuan kepada pesantren mambaul ulum tidak berbentuk uang tunai. Jika berbentuk uang, nantinya tidak tepat untuk kegunaannya.

“Kalau berbentuk barang dan pengelolahan jamur tersebut, itu sudah bisa ditebak bisa menghasilkan uang dan kendaraan yang ada bisa digunakan untuk beraktivitas keseharian mereka (pihak pesantren,red). Upaya bantuan yang diberikan ini agar bisa mendapatkan hasil dan mandiri,” ungkapnya.

“Harapannya bantuan yang kami berikan ini bisa mendapatkan hasil yang positif dan menghasilkan bagi pihak pesantren. Kami harapkan anak-anak pesantren ini bisa mandiri dalam bentuk apapun. Kami berpesan kepada pihak pesantren, apapun bantuan yang sudah diberikan untuk dijaga dengan baik, supaya menimbulkan hasil maksimal,” pesan Sugeng.

Kepala Pesantren Mambaul Ulum, Suwarno, S.Pd mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia telah memberikan bantuan pengelolahan jamur dan satu unit sepeda motor ke pesantren ini. Baru kali ini donator memberikan bantuan seperti usaha yang bisa menghasilkan. Biasanya, donatur-donatur memberi bantuan dalam bentuk uang tunai.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin, untuk mengelolah jamur tiram ini agar bisa dijual dan menghasilkan untuk pesantren ini. Sampai saat ini total murid di pesantren berjumlah lebih kurang 230 orang. Mayoritas murid yang sekolah di sini ekonomi orang tuanya menengah kebawah,” demikan Suwarno.(MS)