BencoolenTimes.com – PGE (Pertamina Geothermal Energy) Hulu Lais ditarget mulai menyumbang Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor Panas Bumi mulai tahun 2027 mendatang.
PGE Hulu Lais sejak tahun 2024 lalu, mulai melakukan persiapan Standar Bidding Documents (SBD) lelang yang sudah dilakukan antara PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan perusahaan dari Jepang dan berkemungkinan tahun mulai proses pengerjaan konstruksi.
‘’Kita sudah koordinasi dengan PLN dan disampaikan bahwa mereka dalam penyusunan SBD untuk proses lelang pembangunan turbin dan mudah-mudahan tahun 2025 mulai proses Pembangunan Konstruksi Turbin,’’ sampai terang Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkuli Donni Swabuana.
Dikatakan Donni, mereka optimis pengerjaan Pembangunan infrastruktur turbin bisa dimulai tahun 2025 dan bisa selesai tahun 2027 mendatang. Turbin akan dibangun oleh PLN dan PGE Hulu Lais menyiapkan bahan baku Panas Bumi.
‘’Kalau turbin mulai dibangun tahun ini dan selesai diperkirakan pada tahun 2027 mendatang. Targetnya, tahun 2027 itu, sudah berproduksi dan PGE Hulu Lain mulai bisa menyumbang DBH dari sektor Panas Bumi,’’ imbuh Donni.
Dilansir dari RRI.co.id, disebutkan akhir tahun 2023 lalu pihak PGE Hulu Lais menyampaikan, rencana pembangunan turbin PLTP tersebut terkendala Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagaimana ketentuan dari Permenperin 54 tahun 2012 yang mengharuskan untuk infrastruktur ketenagalistrikan berasal dari dalam negeri dalam rangka mengurangi ketergantungan produk impor.
Namun karena komponen yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTP Hulu Lais unit 1 dan 2 (2×55 MW) itu tidak tersedia, sehingga dilakukan berbagai kebijakan termasuk melakukan koordinasi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat Melalui Kementerian, termasuk melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendapatkan rekomendasi dari Presiden.(JUL)



