Home Info Daerah Puluhan Sopir Truk “Tumbur” Kantor Gubernur

Puluhan Sopir Truk “Tumbur” Kantor Gubernur

BencoolenTimes.com, – Puluhan sopir truck raflesia tumbur atau melakukan aksi di Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2020).

Mereka menuntut mengenai upah yang diterima supir truk daerah sangat rendah. Selain itu banyak perusahan salah satunya batubara lebih memilih truk dengan plat luar Provinsi Bengkulu untuk melayani Daerah Provinsi Bengkulu.

Keberadaan truk lohan dengan kapasitas 20 ton keatas yang berlalu lalang dijalan lintas Provinsi Bengkulu juga dikeluhkan oleh masyarakat sebab menggangu aktifitas pengguna jalan lain.

Kapasitas ukuran mobil yang besar dan juga debu yang diakibatkan oleh muatan truk lohan tersebut dikeluhkan.

Masyarakat berharap dan meminta pemerintah mengambil tindakan tegas dalam hal ini agar masyarakat tidak hanya mendapatkan dampak buruk dari pertambangan yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Kami menuntut pak Gubernur untuk pro rakyat, karena pada saat ini yang terjadi lapangan pihak tambang, penguasa dan pemerintah itu tidak memikirkan masyarakat. Semua yang menarik batu bara hanya mobil dari perusahaan sedangkan masyarakat (sopir daerah yang memiliki truck) terabaikan,” kata Korlap Aksi Ricky.

“Sehingga masyarakat tidak memiliki penghasilan untuk menyambung hidup, supir daerah yang menarik dengan upah rendah tidak mencukupi untuk biaya oprasional. Itu lah yang menjadi tuntutan dasar kita melakukan aksi ini,” ungkap Ricky.

Sementara itu, Supran Plt Asisisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan tanggapan mengenai aksi tersebut.

“Dari hasil beberapa kali yang telah dilakukan dan beberapa tuntutan yang disampaikan, sebelumnya ada beberapa yang sudah kita tindak lanjuti terkait dengan pembentukan Koperasi sebagai wadah yang nantinya akan dijadikan kerjasama dalam pengangkutan dengan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP),” ucap Supran.

“Mengenai mobil truck yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu juga sudah kita surati dan ditanda tangani langsung oleh Gubernur,” tutur Supran.

Pihaknya sebelumnya sudah menjadwalkan pertemuan amun karena beberapa hal membuat pertemuan tersebut tidak dapat direalisasikan.

“Namun kami sudah menjadwalkan kembali dalam rangka memfasilitasi pertemuan pada, Selasa (29/9/2020) yang akan mempertemukan antara Koperasi pengangkut batu bara dengan pemegang IUP batu bara. Harapannya semoga mendapatkan hasil terbaik serta solusi bagi sopir pengangkut batu bara Daerah Provinsi Bengkulu , “jelas Supran. (CW2)