Sambil Memeluk Anak

Pemadam Kebakaran saat berupaya melakukan pemadaman.

Butuh waktu 6 jam petugas Damkar berjuang memadamkan api. Semua armada dan personel dikerahkan. Termasuk water canon Polda. Sejak pukul 06.30 WIB saya sudah di TKP.

Toko Katulistiwa berkonstruksi 4 lantai hanya punya satu akses pintu. Sulit membayangkan bagaimana paniknya korban yang ingin keluar namun terjebak di tengah kobaran api.

Yeni-pemilik toko- dan dua anaknya terperangkap di lantai 3. Suami dan ayahnya histeris. “Pak… tolong Pak… anak saya di dalam Pak. Itu pak… di lantai 3,” ujarnya sambil menunjuk.

Saya berusaha menenangkan. Karena panik, keluarga korban sempat ribut mulut dengan petugas. “Iya pak.. kami ada SOP nya. Biarkan tim kami kerja,” kata Yuliansyah Kadis PBK.

Kepada petugas, saya minta untuk ekstra hati-hati. Sebab, ada 3 korban di pihak petugas.  Satu anggota tulang kaki retak akibat terjatuh saat memanjat di lantai 2. Satu orang shock,  satu orang lagi memar di dada dan pinggul.

Warga semakin ramai. KZ Abidin berubah jadi lautan manusia. Histeris keluarga korban ditambah kepanikan warga sekitar membuat suasana mencekam. Warga khawatir api menjalar ke pemukiman padat penduduk.

Setelah 2 jam di lokasi kebakaran, sy minta BPBD dan RSHD untuk men stand by kan ambulan. Petugas Damkar tampak kelelahan. Namun sy minta agar melokalisir api agar tidak menjalar.

Menjelang sore, api akhirnya berhasil dipadamkan. 4 orang korban ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan. Info didapat, korban Yeni meninggal dalam posisi memeiuk anaknya.

Selepas Magrib Kadis PBK, Yuliansyah, SE, MM mengirim WA. “Maaf Pak… kami tidak berhasil menyelamatkan korban. Kami sudah  berjuang maksimal Pak”

Sy balas menyemangati Tim Damkar. “Kita sudah berjuang maksimal. Semua personel dan armada telah diturunkan. Tapi, takdir Allah jua lah yang berlaku.”

* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Wakil Walikota Bengkulu.

* Kota Bengkulu, Selasa 23 November 2021.