BencoolenTimes.com – Sebagai ujung tombak pemberantasan peredaran Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mendeklarasikan sekaligus mencanangkan Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang dipimpin langsung Sekratris Umum BNN RI, Irjen Pol Tantan Sulistyana.
Pencanangan Program Desa Bersinar yang digelar Minggu, 16 November 2025 ini dipusatkan di Desa Bukit Peninjauan I, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kegiatan dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (Mendes dan PDT), Yandri Susanto.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu, Destita Khairilisani, Gubernur Bengkulu, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu dan Bupati Seluma, Teddy Rahman beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Irjen Tantan menegaskan, BNN menjadikan desa sebagai ujung tombak pemberantasan narkoba. Langkah ini sejalan dengan visi asta cita guna mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat serta memiliki sumber daya manusia unggul dan berkarakter kuat, terbebas dari ancaman narkoba dan kriminalitas.
‘’Ini salah satu implementasi asta cita ke 7 sebagai program unggulan BNN, yaitu melalui Program Desa Bersinar atau Desa Bebas Narkoba,’’ ungkap Irjen Tantan.
Dijelaskan Irjen Tantan, bahwasanya saat ini dunia dibanjiri narkotika terbukti 236 ton metavitamin atau sabu yang sudah di sita di kawasan asia tenggara dan asia timur.
Karena, dunia sudah dibanjiri narkoba dari tiga jaringan utama yakni Triangle berada di utara Indonesia seperti Thailand, Myaanmar dan laos.Golden Creascent berada di Afganistan, Iran dan Pakistan, serta Golden Peacock berada di Amerika latin.
‘’Diperlukan keberanian masyarakat desa untuk menginformasikan akan adanya peyalah gunaan narkoba ini di tengah masyarakat desa. Kita menyediakan call center 184 dan menjamin kerahasiaan pelapor,’’ tegas Irjen Tantan.

Program Desa Bersinar, bisa selaras dan sejalan dengan program pembangunan desa. Dimana Desa harus kuat, mandiri dan berdaya saing sehingga dapat menjadikan motor penggerak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa dan pilar penting mensejahterakan masyarakat.
‘’Semangat gotong royong akan menjadi benteng utama dalam mencegah masuknya jaringan narkoba di tengah masyarakat desa. Karena memang peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan,’’ lanjut Irjen Tantan.
Ditambahkan Irjen Tantan, khusus di provinsi Bengkulu masih terdapat lima kawasan rawan narkoba yang di kenal sebagai tempat penyalah gunaan dan peredaran narkoba.
Biasanya, kawasan ini di perkuat dengan kekuatan vinansial dari sindikat narkoba untuk mampu memperdaya masyarakat, sehingga para bandar dan jaringannya menjadi pelindung apabila akan di tangkap.
‘’Saya berharap khususnya Bengkulu tidak berkembang lagi dan harus ditangani secaara tuntas dan berkelanjutan dengan cara berkolaborasi antara BNN, pemerintah daerah, TNI dan Polri,’’ harap Irjen Tantan menutup sambutannya.
Sementara itu, Mendes dan PDT RI, Yandri Susanto menyampaikan, seluruh desa merupakan sasaran utama dalam pemberantasan narkoba melalui program BNN Desa Bersinar.
Karena memang Desa Bukit Peninjauan I ini merupakan salah satu desa mandiri dan diharapkan desa maju lainnya bisa menjadi desa mandiri seperti Desa Bukit Peninjauan 1.
‘’Kita ingin desa di Provinsi Bengkulu ini peduli dalam pemberantasan Narkoba baik itu pengguna maupun pengedar sekalipun,’’ sampai Menteri Yandri.
Dijelaskan Yandri, narkoba merupakan salah satu musuh bangsa hingga detik ini. Maka kementrian desa, bekerjasama dengan BNN mencetuskan program desa bersih narkoba.
Menteri Yandri berkeyakinan, jika desa bergerak dalam pemberansan narkoba ini. Maka dari itu, Desa Bukit Peninjauan 1 ini dijadikan bagian dari konsolidasi gotong royong untuk membangun desa.
‘’Salah satu aksi gotong royongnya adalah mencegah peredaran narkoba dari desa dengan pembuatan satgas anti narkoba di setiap desa,’’ ungkap Menteri Yandri.
Dilanjutkan Menteri Yandri, pemerintahan desa diperbolehkan menggunakan sebagain dana desa(DD) untuk melakukan pencegahan bahaya narkoba ini. Hal ini sudah mendapat dukungan dari pemerintah baik itu, pemkab maupun pemprov sendiri dan ini sudah di lakukan beberapa daerah.
‘’Melalui DD kedepannya juga akan kit atur, sehingga Narkoba itu tidak menyasar masyarakat di desa. Sangat berbahaya sekali jika tidak kita cegah dan program desa bersinar ini akan kita genjod untuk bisa berjalan,’’ tutup Menteri Yandri.(LRS)



