BencoolenTimes.com – Gubernur Helmi Hasan membolehkan sekolah menggelar acara perpisahan, wisuda, dan studi tour bersama siswa dengan syarat tidak membebani wali murid.
Pernyataan ini disampaikan setelah ada sebagian siswa yang mengadu bahwa orang tuanya siap menyumbang untuk biaya beberapa kegiatan itu karena sudah lama menunggu agenda tersebut.
Helmi Hasan menegaskan, apabila pihak sekolah bisa melakukan itu agar siswa bisa menggelar kegiatan tersebut tanpa membebani wali murid maka akan diberikan reward atau penghargaan kepada kepala sekolah.
”Terkhusus kepada pihak-pihak kepala sekolah yang kreatif bisa menggelar acara perpisahan di sekolahnya, wisuda di sekolahnya dan study tour di sekolahnya, tetapi tidak membebani orang tua wali murid, Helmi Hasan gubernur Bengkulu akan memberikan reward kepada kepala sekolah,” kata Helmi Hasan, Sabtu, 1 Maret 2025.
Helmi Hasan menegaskan, bahwa pihak sekolah harus mengembalikan uang yang telah disumbangkan oleh siswa-siswi yang terlanjur membayar.
”Sekolah harus mengembalikan uang itu kepada orang tua siswa-siswi,” tegas Helmi Hasan.
Sebelumnya, Helmi Hasan pernah menyampaikan larangan sekolah di Provinsi Bengkulu menggelar study tour dan wisuda untuk siswa. Larangan tersebut karena menjadi beban tambahan orang tua siswa yang sering dikeluhkan setiap tahun.
Diungkapkan Helmi Hasan, larangan ini berdasarkan hasil pencermatannya yang banyak di sekolah-sekolah mengadakan kegiatan study tour dan wisuda ini.
”Hari ini saya mencermati banyak sekali keluh kesah orang tua wali murid ketika menyekolahkan anaknya, baik di Faud, TK, SD, SMP dan SMA di Provinsi Bengkulu,” kata Helmi Hasan, Selasa, 25 Februari 2025.
Menyikapi hal itu, Helmi Hasan secara tegas melarang kepada seluruh kepala dinas dan kepala sekolah menggelar study tour dan wisuda.
”Oleh karena itu, saya melarang kepada seluruh kepala dinas dan kepala sekolah di provinsi Bengkulu untuk mengadakan study tour dan wisuda,” tutup Helmi Hasan.(JUL)



