Seminar PWI Benteng : Cermatlah Memilah Informasi

Seminar PWI Benteng : Cermatlah Memilah Informasi

BencoolenTimes.com, – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu Tengah melaksanakan seminar dengan tema “Cermat Dalam Memilah Informasi” di Aula Wahana Surya Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (9/11/2021) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III,  Mun Gumiri, S.IP., M.H jajaran OPD di lingkup Pemerintah Benteng dan instansi terkait lainnya dengan 30 peserta dari LSM, Ormas dan Media Massa. Lalu Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Bengkulu, Albert Satya Jaya, SE dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu, Zacky Antony, S.H., M.H selaku pemateri dalam kegiatan tersebut.

Asisten III, Mun Gumairi dalam sambutannya berharap seminar tersebut dapat membuat masyarakat lebih terbuka dan cerdas dalam menerima informasi yang diterima.

“Mari teman-teman dari wartawan kita saling bersinergi dalam menyampaikan informasi untuk memajukan Kabupaten Bengkulu Tengah khususnya,” ucap Gumairi.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu, Zacky Antony mengatakan, dalam penulisan berita banyak yang harus diperhatikan, terutama menulis soal kasus dugaan pencabulan atau asusila, identitas korban harus dirahasiakan, karena ada pedoman soal pemberitaan ramah anak apabila korban dibawah umur.

“Selain itu dalam menyiarkan informasi wartawan tidak boleh melakukan pemaksaan serta memasukkan argumen pribadi, sehingga dengan demikian informasi yang disiarkan dapat dikonsumsi secara baik oleh publik. Publik sebaiknya bisa memilih dan memilah informasi yang layak atau tidak layak untuk dikonsumsi. Jadi ini penting, agar saat seseorang menyampaikan informasi yang dibaca atau dilihat dan didengarnya, informasi tersebut dapat dipertanggung jawabkan,” Zacky Anthony.

Disitu juga, Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Bengkulu, Albert Satya Jaya, SE meminta agar wartawan cermat dalam memilah informasi, dan keterbukaan informasi ini saling berkaitan.

“Informasi yang boleh dibuka untuk publik, maka artinya informasi tersebut bisa untuk diteruskan atau disebarluaskan,” ungkap Albert. (Cw7)