Soal Hasil Swab Walikota Berbeda, Dedy Wahyudi : Publik Sudah Cerdas Bisa Menilai Sendiri

BencoolenTimes.com, – Walikota Bengkulu Helmi Hasan sempat dikabarkan positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil Swab di RS. M Yunus Bengkulu. Namun setelah Helmi Hasan melakukan tes Swab lagi di Mayapada Hospital Jakarta dan RS. Pelni, Helmi Hasan dinyatakan negatif Covid-19.

Terkait ketidaksamaan hasil swab tersebut, Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat diwawancarai, Rabu (2/9/2020) mengatakan, dirinya saat mendapatkan informasi dari media sosial terkait Walikota Bengkulu yang dinyatakan positif Covid-19 dari awal memang curiga, karena apakah itu dinamakan Orang Tanpa Gejala (OTG), namun saat itu Walikota dalam keadaan sehat walafiat. Kabar Walikota positif Covid-19 tersebut kemudian menjadi ramai dan menjadi konsumsi publik.

“Lalu kemudian, kalau dalam medis itu ada namanya Second Opinion (Hak yang dimiliki pasien untuk mendapatkan pendapat kedua dari dokter lainnya), kemudian pak Wali pergi ke Jakarta, dari beberapa tempat yang didatangi, dilakukan tes alhamdulillah beliau (Wali Kota) dinyatakan negatif Covid-19,” kata Dedy Wahyudi.

Kabarnya, saat melakukan tes swab di Jakarta Helmi Hasan tersebut bersama Muslihan DS Ketua DPD Partai Hanura yang isunya digadang-gadang bakal mendampingi Helmi Hasan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu 2020. Muslihan saat tes di Jakarta bersama Helmi yang kabarnya tes itu untuk persiapan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu sebagai pasangan calon juga dinyatakan negatif Covid-19. Sebelumnya Muslihan dinyatakan positif Covid-19 seperti Helmi Hasan berdasarkan hasil Swab yang dirilis Gugus Tugas Civid-19 Provinsi Bengkulu.

“Informasi yang saya dapat, karena memang waktu itu saya tidak di Bengkulu, beliau berdua (Helmi dan Muslihan, melakukan tes) antisipasi ketika pendaftaran nanti persiapan kesehatan. Lalu kemudian secara tiba-tiba ini ramai di media sosial beliau (Helmi) dinyatakan positif Covid-19. Saya kontak menanyakan kondisi, beliau menyampaikan sehat-sehat saja dan melakukan tes di Jakarta di beberapa tempat hasilnya alhamdulillah negatif Covid-19 itu tadi,” ucap Dedy Wahyudi.

Disinggung soal, apakah itu ada kaitannya dengan menjelang pendaftaran di KPU, karena yang positif Covid-19 adalah Helmi Hasan dan Muslihan yang kabarnya berpasangan di Pilgub, Dedy Wahyudi menyampaikan tidak berani berspekulasi, silahkan publik yang menilai.

“Tetapi memang hal ini bisa dijadikan untuk kita berdiskusi bersama, kenapa hasilnya beda dan kita berbaik sangka saja semoga semua berjalan dengan baik, tidak menuduh siapa-siapa, publik sudah cerdas bisa menilai sendiri. Kita berfikir positif karena tidak mungkin melakukan hal-hal yang ceroboh, tetapi bisa jadi yang namanya alat inikan akurasi ataupun standarnya beda-beda, ada juga beberapa kasus yang lain informasinya demikian, hasinya positif tapi tes di tempat lain hasilnya negatif. Intinya, ini menjadi PR bersama bagaimana alat yang digunakan untuk tes itu apakah dikalibrasi ulang atau perlu di standarkan seperti apa,” demikian Dedy Wahyudi. (PP)