BencoolenTimes.com – Sebanyak 84 petugas Sensus Ekonomi 2026 gelombang I mengikuti pembekalan bertema “Komunikasi Efektif dan Membangun Kepercayaan Responden dalam Sensus Ekonomi” di Two K Azana Hotel, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam berinteraksi dengan masyarakat dan pelaku usaha saat melakukan pendataan di lapangan.
Pembekalan menghadirkan praktisi komunikasi yang juga Kepala Seksi Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Nugroho Tri Putra.
Dalam pemaparannya, Nugroho menegaskan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis petugas dalam mengumpulkan data, tetapi juga kemampuan membangun hubungan yang baik dengan responden.
”Data yang berkualitas lahir dari komunikasi yang berkualitas. Ketika responden merasa dihargai, didengarkan, dan memahami tujuan pendataan, maka tingkat keterbukaan serta partisipasi mereka akan meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, petugas sensus harus mengedepankan sikap ramah, empati, dan profesional saat melakukan wawancara. Kemampuan menjelaskan tujuan dan manfaat sensus secara sederhana juga menjadi faktor penting untuk mengurangi keraguan maupun kekhawatiran responden.
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip komunikasi efektif, etika komunikasi, teknik persuasi, keterampilan mendengarkan aktif, hingga strategi menghadapi penolakan saat melakukan pendataan.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya bahasa tubuh, intonasi suara, dan cara membangun kesan pertama yang positif saat bertemu responden.
Berbagai pengalaman lapangan turut dibahas sebagai bahan pembelajaran untuk menghadapi karakter responden yang beragam, sehingga petugas dapat menentukan pendekatan komunikasi yang tepat saat menjalankan tugas.
Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, mengatakan kemampuan komunikasi merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Meski materi komunikasi tidak masuk dalam kurikulum utama pelatihan petugas sensus, pihaknya memandang pembekalan tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendataan.
”Kemampuan komunikasi sangat penting dimiliki petugas sensus. Karena itu, kami mengundang praktisi komunikasi untuk memberikan pembekalan agar petugas lebih siap saat turun ke lapangan,” kata Iin.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.
Melalui pembekalan ini, para petugas diharapkan mampu menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis, membangun kepercayaan responden, serta menghasilkan data statistik ekonomi yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. (JUL/RMC)



