BencoolenTimes.com – Waka 1 DPRD Kabupaten Seluma, Samsul Aswajar melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBU 24.385.25, Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Sukaraja.
Sidak ini dilakukan Samsul, dalam rangka memastikan kendala dan penyebab antrean, sekaligus memastikan ketersediaan BBM. ‘’Antrean BBM ini selalu panjang, makanya kita pertanyakan sekaligus untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU,’’ sampai Samsul.
Dengan antrean selalu panjang, sering menimbulkan pertanyaan, apakah memang stok BBM dibatasi atau hanya panik masyarakat. ‘’Hasil pantauan kita tadi, stok BBM memang belum sampai,’’ sebut Samsul.
Sementara itu, Wakil Manager SPBU Sukaraja, Joyo Mardani mengungkapkan, jika kebutuhan BBM SPBU Lubuk Sahung masih terbilang aman dan terkendali. Hanya saja, memang antrean selalu panjang setiap harinya, yaitu untuk tiga jenis BBM, Pertalite, Solar dan Pertamax.
‘’Sebenarnya stok maupun pasokan BBM kita ini aman, tapi untuk Pertalite dan Pertamax, terkendala dipengiriman karena masih dipasok dari Lubuk Linggau. Kalau solar tetap dari dermaga Pulau Baai,’’ ungkap Joyo.
Untuk kuota BBM ini, tidak ada pengurangan sama seperti kuota awal pesanan atau order. Untuk Pertalite sebanyak 16 ton, Solar sebanyak 16 ton dan Pertamax sebanyak 8 ton termasuk Dexllite.
Namun, tetap saja SPBU hanya bisa menunggu suplai BBM ini dari Lubuk Linggau khusus untuk Pertalite dan Pertamax. Sedangkan Solar di datangkan dari Kota Bengkulu.
‘’Pengiriman kita setiap hari normal dengan kuota tersebut. Jadi tidak ada masalah untuk pasokan ini, serta kita hanya menunggu suplay dari linggau ini,’’ lanjut Joyo.
Terkait panjangnya antrean kendaraan, ini terjadi karena kepanikan masyarakat. Sebab ada isu tentang akan adanya kelangkaan BBM, yang sebenarnya isu tersebut tidak benar atau hoax.
‘’Untuk antrean ini karena masyarakat ini panik, ada isu BBM akan langka, yang sebenarnya isu ini tidak benar. Jadi kami tegaskan bahwa stok dan pasokan BBM aman, masyarakat jangan panik,’’ imbuh Joyo.(LRS)



