BencoolenTimes.com – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengajak seluruh pengurus masjid di Kota Bengkulu untuk mengaktifkan kembali Remaja Islam Masjid (Risma) sebagai upaya membina generasi muda dan mencegah kenakalan remaja.
Ajakan tersebut disampaikan Dedy saat memberikan sambutan usai melaksanakan salat Tarawih di Masjid Agung At-Taqwa, Rabu malam, 18 Februari 2026.
Menurut Dedy, mengaktifkan Risma menjadi salah satu langkah strategis untuk memakmurkan masjid sekaligus mengarahkan remaja pada kegiatan positif.
”Pemerintah Kota akan melaksanakan program mengaktifkan Risma di seluruh masjid di Kota Bengkulu. Insya Allah nanti akan kita lombakan. Kita siapkan hadiah umroh agar anak-anak muda kita semangat memperdalam ilmu agama,” kata Dedy.
Dedy menjelaskan, Pemkot Bengkulu berencana menggelar lomba Risma tingkat kota. Risma yang dinilai paling aktif dan terbaik akan mendapatkan hadiah umroh gratis.
Dedy menilai penguatan peran Risma penting karena saat ini masih ditemukan berbagai persoalan yang melibatkan anak dan remaja, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan zat berbahaya, hingga keterlibatan dalam tindak kriminal.
Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat kasus pelajar tingkat SMP yang terlibat pencurian dan kekerasan, serta maraknya aktivitas geng motor yang didominasi remaja. Selain itu, terdapat pula kasus penyalahgunaan lem dan obat-obatan tertentu.
Dedy juga menyoroti persoalan praktik prostitusi yang melibatkan remaja. Berdasarkan hasil pengecekan tim kesehatan, kata dia, terdapat lebih dari 1.200 orang yang terdata sebagai pengidap HIV di wilayah tersebut.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ketua RT, RW, lurah, dan camat, untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan masing-masing.
”Kita harus lebih peduli dan tidak cuek dengan lingkungan sekitar. Tugas pemerintah bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun karakter dan akhlak generasi muda,” ajaknya.
Melalui penguatan Risma, Dedy berharap pembinaan keagamaan di tingkat masjid dapat membantu membentuk karakter remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang. (JUL/RMC)



