17.6 C
New York
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

spot_img

Motif Pembunuhan Marbot, Tsk Tersinggung Perkara Uang ke Lokalisasi

BencoolenTimes.com, – Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Aris Sulistyono mengungkapkan, motif pembunuhan Marbot Masjid At-Taubat RT 8 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dikarenakan tersangka (tsk) tersinggung, lantaran obrolan uang yang dibawa tersangka ke lokalisasi dibandingkan dengan orang lain.

“Motifnya dipicu ketersinggungan tersangka karena ditegur oleh korban,” kata Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Aris Sulistyono, Polresta Bengkulu, Minggu (29/1/2023).

Aris menerangkan, antara tersangka dan korban sendiri belum diketahui apakah memiliki hubungan, baik kerabat atau pertemanan. Selain itu, belum dipastikan apakah sempat terjadi cekcot mulut atau tidak antara korban dan tersangka sebelum kejadian.

“Tersangka menusuk korban yang sedang berada di kamarnya di sekitar lokasi masjid. Saat itu korban sedang tiduran,” jelas Aris.

Baca Juga  Dengan Alasan Sama, Pelimpahan Tahap II Mantan Dirut Bank Pemerintah Kembali Ditunda

Aris menjelaskan, hasil pemeriksaan, peristiwa bermula saat DS dari Seluma itu datang ke lokalisasi Pulau Baai. Di sana DS mendatangi salah satu cafe dan menyewa seorang pekerja sex komersial (PSK).

Pada Jumat (27/1/2023) sekitar pukul 05.00 WIB di kawasan ex-Lokalisasi Pulau Baai, tersangka keluar dari kamar dan menuju pos keamanan di depan lokalisasi. Lantaran di Pos Keamanan tidak ada orang, tersangka kemudian mendatangi kamar korban.

Setelah mengetuk pintu kamar korban, tersangka menyampaikan niatnya untuk menumpang tidur di kamar korban, lalu dipersilakan oleh korban.

Keduanya kemudian terlibat percakapan. Saat itu, tersangka mengaku kepada korban tidak diizinkan menginap di kamar bersama PSK padahal tersangka sudah membayar Rp 150 ribu.

Korban lantas menimpal bahwa, untuk bisa menginap di kamar di lokalisasi, bisanya orang menghabiskan uang jutaan, bukan ratusan ribu.

Baca Juga  Belasan Orang Diperiksa, Satu Tersangka Sudah Ditetapkan

Pernyataan itu rupanya menyinggung tersangka yang lantas menusuk perut korban dengan pisau yang terselip di pinggangnya.

Korban yang terluka lalu keluar kamar dan meminta pertolongan ke tetangga. Oleh warga sekitar, korban lalu dilarikan ke RSUD M Yunus. Korban meninggal dunia saat dalam perawatan.

“Jadi tidak ada orang di sekitar yang melihat langsung kejadian penganiayaan. Hanya tersangka dan korban yang mengetahui persis apa yang terjadi antara keduanya,” ujar Aris.

Aris menyebut, barang bukti pisau yang digunakan, tersangka mengaku telah membuangnya di suatu tempat. Sebelum kejadian, diduga kuat tersangka memang sudah membawa pisau itu ke kamar korban.

Baca Juga  Proses Pelimpahan Tahap II Tunggu Kesehatan Tersangka AS Memungkinkan

Tersangka DS sendiri saat ditanya langsung oleh Kapolresta mengakui dirinya sebagai pelaku penusukan terhadap korban. DS mengaku tersinggung kepada korban karena jumlah uang yang dia bawa dibanding-banding dengan orang lain.

Tersangka mengaku hanya membawa uang Rp 300 ribu. Sementara kata korban kepadanya, orang lain bawa uang hingga jutaan ke lokalisasi itu.

DS mengaku menyesali perbuatannya dan siap mengikuti proses hukum. “Benar,” ucap DS saat ditanya apakah dirinya pelaku penusukan oleh Kapolresta. “Saya menyesal,” ujar tersangka.

Diketahui, tersangka ditangkap Tim Macan Gading Satreskrim Polresta Bengkulu dan Tim Ditreskrimum Polda Bengkulu di Desa Karang Nanding, Kecamatan Semidang Alas Lagan, Bengkulu Tengah pada Sabtu, 28 Januari 2023 sekitar pukul 17.30 WIB. (Bay)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!