BencoolenTimes.com, – Puluhan Pedagang Pasar Panorama Kota Bengkulu melalui Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Komisariat Pasar Panorama mendatangi Kantor Walikota Bengkulu, Jumat (19/2/2024).
Kedatangan para pedagang bersama penasehat hukumnya yakni, Jecky Haryanto, SH meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk melaksanakan hearing ihwal pembangunan lapak baru dan pembongkaran lapak lama di Pasar Panorama Kota Bengkulu.
Penasehat Hukum Pedagang, Jecky Haryanto, SH mengatakan, pihaknya pada Rabu lalu telah bersurat ke Pemkot Bengkulu perihal permohonan hearing untuk membahas soal pembangunan lapak baru dan pembongkaran lapak lama yang dinilai tidak prosedural. Namun setibanya di Kantor Walikota Bengkulu, hearing batal dilaksakan, lantaran pihak Pemkot tidak berada di tempat dan sedang ada kegiatan.
“Di Pasar Panorama itu ada pembongkaran lapak dan pembangunan lapak baru, nah kita ingin mempertanyakan hal tersebut, apakah Pemkot Bengkulu mengetahui atau tidak karena pembangunan dan pembongkaran itu kami nilai tidak prosedural,” kata Jecky.
Jecky menyatakan bahwa, akibat kegiatan pembongkaran dan pembangunan lapak baru di Pasar Panorama, banyak pedagang yang tidak berjualan.
“Sekitar 20 sampai 30 pedagang yang tidak berjualan karena adanya kegiatan pembongkaran dan pembangunan di Pasar Panorama,” ungkap Jecky.
Jecky menerangkan, pihaknya ingin mempertanyakan kepada Pemerintah Kota Bengkulu apakah kegiatan pembangunan maupun pembongkaran diketahui dan atas izin Pemerintah Kota Bengkulu, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu.
“Jadi pembangunan maupun pembongkaran itu apakah Pemerintah Kota Bengkulu mengetahui, dan apa memang Pemerintah yang membangun. Itu yang mau kita tanyakan, kemudian kalau bukan pemerintah yang membangun dan membongkar, lalu siapa yang membongkar, karena kita ketahui hingga saat ini Pasar Panorama masih dalam pengelolaan Pemkot Bengkulu dalam hal ini Disperindag,” ungkap Jecky.
Jecky menyebutkan, tentu kegiatan pembongkaran dan pembangunan tersebut mengganggu kenyamanan para pedagang karena tidak bisa berjualan.
“Kalau misalnya Pasar ini dikelola pihak lain, bagaimana soal sewa menyewa lapak di Pasar, hal itu dan beberapa hal lainnya juga yang ingin kita tanyakan kepada Pemkot Bengkulu, agar menemukan titik terang,” demikian Jecky. (BAY)



