BencoolenTimes.com – Warga di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Sindang Kelingi, Minggu (12/5) subuh mendadak heboh. Salah satu warga mereka berinisial LD (50), ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi tergantung di pohon jambu di belakang rumah orang tuanya sekitar pukul 05.15 WIB.
Mirisnya, LD ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon jambu dan sudah tidak bernyawa oleh, Su (80) yang merupakan orang tuanya kandungya. Meskipun belum diketahui motif pasti korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, namun diduga karena sedang terlilit hutang.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong (RL), AKP Sinar Simanjuntak mengungkapkan, dari hasil penyelidikan dan olah TKP, korban diduga meninggal dunia, murni karena gantung diri. ‘’Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pihak keluarga juga membuat pernyataan diatas materai, menolak dilakukan otopsi terhadap korban,’’ terang Sinar.
Kronologis kejadian, ungkap Sinar, dari keterangan orang tua korban yang menemukan korban tergantung, awalnya korban sekitar pukul 04.00 WIB, pamit untuk mencuci mobil. Karena rencananya, korban akan berangkat ke Provinsi Jambi yang merupakan tempat korban bersama anak istrinya menetap.
Namun, terang Sinar, sekitar satu jam dari korban pamit mencuci mobil, orang tua korban memanggil korban sekitar pukul 05.15 WIB. Saat dipanggil, tidak ada sahutan dari korban dan membuat orang tuanya berinisiatif mencari korban disekitar rumah.
‘’Saat itulah, orang tua korban mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang di pohon jambu belakang rumah dan sudah meninggal dunia,’’ ungkap Sinar.
Kemudian, lanjut Sinar, orang tua korban langsung berteriak minta tolong yang membuat warga dan tetangga sekitar rumah keluar. Lalu, warga langsung membantu mengevakuasi korban dengan memotong tali yang dijadikan korban untuk alat gantung diri.
‘’Untuk motif, dari keterangan istri dan keluarga korban, diduga karena saat ini korban memiliki hutang di Provinsi Jambi. Selain itu, hasil olah TKP, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi, serta langsung memakamkan korban,’’ imbuh Sinar.(OIL)



