22.3 C
New York
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img

BKHIT Bengkulu Tekankan Sinergi Menjaga Kelestarian SDA Hayati dan Ketahanan Pangan

spot_img

BencoolenTimes.com – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Bengkulu menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk melindungi sumber daya hayati daerah dan ketahanan pangan.

Hal ini disampaikan BKHIT melalui sosialisasi dengan mengusung tema ‘Sinergi Menjaga dan Melindungi Kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) Hayati, Ketahanan Pangan, dan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Provinsi Bengkulu’ di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Rabu, 30 Oktober 2024.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 perwakilan dari berbagai instansi dan stakeholder terkait. Serta mendapat apresiasi dari Asisten II Pemprov Bengkulu, Raden Ahmad Denni.

Baca Juga  Wagub Mian Dukung Program Swasembada Pangan Lewat Penerapan PM-AAS

Kepala Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, Prayatno Ginting, menyampaikan, upaya kolaboratif ini sangat diperlukan untuk menjaga kekayaan sumber daya hayati Bengkulu, yang memiliki potensi besar bagi ekonomi lokal dan ketahanan pangan nasional.

Ia juga menyerukan koordinasi antar lintas sektor untuk menanggulangi penyebaran penyakit ngorok, yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat serta merusak ketahanan pangan.

”Jika tidak ditangani dengan baik, penyebaran penyakit ini akan berdampak luas. Melalui sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama ini, kami ingin membangun sinergi untuk menemukan solusi yang tepat guna melindungi sumber daya hayati Bengkulu,” ungkap Prayatno.

Baca Juga  Ombudsman RI Apresiasi Pemprov Bengkulu: Nol Laporan SPMB dan Infrastruktur Jalan Dinilai Makin Baik

Selama 147 tahun, BKHIT telah berperan penting dalam menjaga keamanan hayati, termasuk pencegahan hama penyakit hewan karantina (HPKP) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di Bengkulu, yang berpotensi merusak ekosistem dan ekonomi. ”Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan ancaman penyakit dapat ditangani lebih cepat dan mengurangi dampak ekonomi bagi masyarakat,” sampai Prayatno.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Bandara Pelabuhan BKHIT Bengkulu, Hafli Hasibuan, menekankan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam hayati endemik Bengkulu, seperti betet Enggano dan anggrek pensil, serta komoditas ekspor seperti kopi dan sarang burung walet.

Baca Juga  Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung: Patuh Pajak Demi Indonesia Lebih Kuat

”Kita harus memastikan kekayaan SDA hayati di Bengkulu tetap lestari, demi keberlanjutan generasi mendatang,” sampai Hafli.(JUL)

spot_img

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!