BencoolenTimes.com – Menindaklanjuti hasil razia Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berpraktek di kos-kosan, Camat Ratu Agung, Subhan Gusti Hendri menginstruksikan seluruh kepala Kelurahan dilingkup Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu untuk melakukan pengawasan.
”Perintah pak Walikota sudah sangat jelas, kita ingin menekan angka penyebaran HIV dikota ini,” kata Subhan, Selasa, 17 Februari 2026.
Sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab terhadap warganya, Subhan tidak ingin kegiatan prostitusi ada di wilayah kerjanya.
Di dalam wilayah Kecamatan Ratu Agung ada 8 Kelurahan dan disetiap kelurahan terdapat sekira 500-an kamar kos. Hal ini karena lokasi yang berada ditengah kota, dekat dengan perkantoran, sekolah dan kampus.
Temuan disalah satu kos-kosan di kelurahan Kebun Beler beberapa waktu lalu, ternyata penghuninya berprofesi sebagai PSK terselubung membuka mata kita bahwa praktik ini sudah sangat dekat dengan lingkungan kita. Transaksi prostitusi ini nyaris tidak terdeteksi karena komunikasi hanya melalui aplikasi kencan.
”Saya sudah instruksikan kepada lurah untuk mendata kembali usaha kos-kosan, pemilik, dan penghuninya. Para ketua RT dan RW juga kita libatkan jadi kalau ditanya tentang kegiatan warganya jangan dijawab tidak tahu, kita harus leih peka. Jika ada pelanggaran seperti kos-kosan yang tidak sesuai dengan peruntukannya kita akan berikan sanksi,” tegasnya.
Dalam pelaksanannya nanti aparat keamanan dan tokoh masyarakat juga akan dilibatkan. ”Babinsa, Babinkamtibmas, imam masjid, tokoh-tokoh masyarakat lainnya akan kita libatkan,” tutup Subhan.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu tim gabungan Pemkot Bengkulu menemukan adanya prostitusi terselubung melalui aplikasi kencan. Tujuannya adalah untuk melakukan skrining HIV tehadap warga yang rentan dan berpotensi. ternyata prostitusi tersebut malah menggunakan kos-kosan sebagai tempat prakteknya.
Perempuan yang terjaring berusia 17 tahun dan temannya berusia 19 tahun. Satu wanita lainnya di kamar berbeda sempat menolak untuk ikut tes HIV karena mengaku kalau dirinya bukan PSK. Sedangkan 2 wanita lagi didapati berada di dalam kamar bersama pacar mereka.
Saat tes HIV sedang berlangsung, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi tiba di lokasi. Ia menemui langsung para penghuni kos dan menanyakan nama, alamat, dan alasan mereka bisa sampai terjerumus dalam prostitusi.
Salah satu PSK mengaku warga Bengkulu Tengah, satunya lagi mengaku tinggal di Hibrida sesuai KTP. Walikota juga menegur Ketua RT setempat yang dinilai kurang peduli alias cuek dengan lingkungannya.
Dedy mengatakan tes HIV ini memang sengaja dilakukan karena terjadi peningkatan penderita HIV di Kota Bengkulu. (JUL/RMC)



