Anggota DPR RI Ikut Soroti Meninggalnya Bayi Kembar di Bengkulu

BencoolenTimes.Com, – Kabar duka meninggalnya bayi kembar, Rindi dan Randa, buah hati dari pasangan Sudarmono (37) dan Sunarsih (38), warga Jalan Depati Payung Negara 08, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, ikut direspon anggota DPR RI Komisi IV, Susi Marleni Bachsin, Rabu (20/2/2019).

Susi mengatakan mengetahui dari pemberitaan beberapa media online terkait adanya bayi kembar yang meninggal dunia diduga akibat padamnya listrik di ruangan inkubator. Karena itu, dirinya datang langsung ke rumah duka untuk mengetahui cerita yang sebenarnya.

“Saya turut berdukacita atas meninggalnya bidadari malaikat Rindi dan Randa. Tadi saya udah mendengar cerita dari ayah bayi kembar Rindi dan Randa, mendengar ceritanya tadi sangat menyayat hati saya. Mungkin bila masyarakat lain dengar cerita ini, pasti merasakan hal yang sama dengan saya,” ungkapnya, saat di rumah duka.

Diungkapkannya, tadi ayah bayi sudah menceritakan banyak tentang hal adanya insiden listrik padam di ruangan inkubator tempat bayi kembar Rindi dan Randa dalam perawatan yang intensif.

“Bayi kembar ini masuk ke ruangan inkubator. Cerita dari bapak Sudarmono tadi adanya listik mati di ruangan inkubator, dari malam hari sudah sering listirik mati yang pada saat itu bayi pertama meninggal dunia. Kemudian, dalam kurun berapa jam ruangan inkubator rumah sakit beberapa kali listrik mati,” ungkap Susi usai mendengar cerita dari pak Sudarmono.

Atas kejadian tersebut, kata Susi, seharusnya pihak rumah sakit memperhatikan listrik di ruangan inkubator, ruangan operasi atau ruangan khusus lainnya, agar tidak adanya listrik padam di ruangan tersebut.

“Kedepannya, saya berharap untuk rumah sakit yang ada di Bengkulu agar lebih memperhatikan lagi hal-hal yang urgent seperti listrik. Pemerintah Bengkulu agar mengevaluasi kembali seluruh rumah sakit yang ada di Bengkulu untuk hal urgent seperti itu, sehingga kedepannya tidak ada lagi kasus Rindi dan Randa,” imbaunya.

Sebelumya, Sudarmono mengatakan dirinya tidak akan menuntut apa-apa ke pihak RSMY.

“Saya berharap kejadian seperti ini cukup kami yang merasakan. Kami berharap pemerintah harus lebih memperhatikan lagi soal listrik di ruangan inkubator, karena bayi yang masuk ke ruangan tersebut emang butuh perawatan intensif,” pungkasnya. (Ros)