Peradaban boleh modern, namun budaya Islam tak boleh lekang oleh zaman. Dan di Kota Bengkulu Syarofal Anam masih eksis. Termasuk tradisi jambar uang.
Syarofal anam berisi Lantunan syair pujian kepada Baginda Rasullullah SAW diiringi alat musik rebana. Bersama Penghulu Rajo (ketua adat) se Kota Bengkulu saya ikut syarofal, selasa (19/10/2021).
Untuk pertama kalinya Syarofal dilakukan di Berendo Kota Bengkulu. Berendo kebanggaan kito. “Insyaallah saat HUT Kota kita buat lebih meriah lagi,” ujar saya menyemangati para ketua adat.
“Alhamdulillah…,” sambut ketua adat. Rajo Penghulu tampak senang. Karena Pemkot mendukung lestarinya adat budaya. Apalagi sebentar lagi para ketua adat diberikan baju adat.

Tradisi unik lain yang masih terjaga adalah jambar uang. Saat perayaan Maulid di Mesjid Baiturahim Bajak, saya ikut arak-arakan jambar uang.
Setiap RT membawa satu jambar uang. Rata-rata 1 juta per RT. Uang diikat dan digantung di ranting pohon kecil. Dari 9 RT terkumpul uang Rp 14.500. Uang itu diserahkan untuk mesjid.
Tradisi Islam seperti ini harus tetap dilestarikan. Maka sy turun langsung ikut arak-arakan jambar uang. Termasuk memukul rebana syarofal anam.
Memang hafal syair syarofal anam?
Belum Cik, awak baru belajar nokok ajo.
* Catatan Dewa (Dedy Wahyudi) Wakil Walikota Bengkulu.
* Kota Bengkulu, 19 Oktober 2021.



