9.9 C
New York
Wednesday, April 22, 2026

Buy now

spot_img

Tugu Taman Tabot Bermandi Gemerlap Cahaya

BencoolenTimes.com – Malam di kawasan sekitaran Benteng Marlborough tak lagi sama. Keremangan yang dulu menyelimuti sudut sejarah Kota Bengkulu itu berganti menjadi simfoni cahaya.

Gemerlap lampu hias kini membalut Taman Tabot, mengubah kawasan yang dulunya tak terjamah menjadi ruang publik yang estetik dan sarat akan nilai budaya.

Taman ini nyaris menjadi kumuh beberapa waktu lalu. Hanya seperti seonggok monumen ikonik tetapi tak menarik. Ketika malam tiba, hanya penerangan standar saja menemaninya hingga fajar menjelang dan bertahan dalam kesunyian.

Baca Juga  Walikota Dedy Wahyudi Minta Pelayanan Puskesmas Ramah, Persilakan Warga Laporkan Nakes “Cemberut”

Walikota Dedy Wahyudi dengan visi rasa cinta yang besar mendorong untuk menghidupkan lagi taman itu. Melalui tangan dinginnya proses itu terjadi.

Transformasi ini bukan sekadar penataan lahan. Ia adalah pernyataan cinta Kota Bengkulu terhadap akarnya. Peresmian Taman Tabot menjadi tonggak awal ambisi besar Pemerintah Kota untuk menyulap kawasan benteng menjadi distrik heritage yang terintegrasi.

Suasana khidmat seketika pecah menjadi kemeriahan saat Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, menandatangani prasasti peresmian.

Di bawah langit malam, dentuman suara alat musik Dol yang dipukul bersama jajaran pejabat OPD dan Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Provinsi Bengkulu menggetarkan udara, disusul gerakan gemulai tari khas Bengkulu yang memukau mata setiap hadirin yang datang.

Baca Juga  Calon Haji Asal Kota Bengkulu Dapat Seragam Batik Besurek

”Ke depan, kawasan Benteng Marlborough ini akan terus kita hidupkan,” ujar Dedy Wahyudi dengan nada optimis, Senin, 6 April 2026.

Ia membayangkan sebuah koridor sejarah yang menyambung tanpa putus: mulai dari Taman Tabot, melintasi Pasar Barukoto yang ikonik, hingga menyentuh jejak sejarah di Kampung Cina.

Bahkan, rencana besar pemindahan pusat perkantoran Walikota ke kawasan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menjaga sejarah.

Visi ini jelas yakni menciptakan pusat wisata, budaya, dan ekonomi yang modern tanpa menggerus sisa-sisa memori masa lalu.

Baca Juga  Walikota Bengkulu Ingatkan Pejabat Rawat Kendaraan Dinas

Kini, Taman Tabot bukan sekadar tempat untuk berswafoto. Ia adalah simbol optimisme baru. Di bawah pendar lampunya, ada harapan agar ekonomi warga bergerak lebih kencang dan identitas budaya Bengkulu tetap tegak berdiri di tengah deru zaman.

Sebuah langkah awal yang cantik untuk menjadikan Bengkulu sebagai destinasi unggulan yang membanggakan. (JUL/RMC)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!