27.4 C
New York
Sunday, June 7, 2026

Buy now

spot_img

Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu Ajak Tangkal Berita Hoax Jelang Pilkada 2024

BencoolenTimes.com – Asisten l Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengimbau masyarakat untuk menjaga kesatuan, persatuan, serta kondusifitas daerah menjelang dua agenda besar, yaitu transisi kepemimpinan nasional pada 20 Oktober 2024 dan Pilkada serentak pada 27 November 2024. Kedua momen tersebut, menurutnya, rawan terhadap gangguan stabilitas sosial yang disebabkan oleh berita palsu, kampanye hitam, dan provokasi lainnya.

Hal tersebut disampaikan Khairil Anwar dalam acara talk show dan deklarasi bertajuk Pilkada Bermartabat di Era Digital, Menjaga Kondusifitas Daerah dengan Literasi Digital, yang berlangsung di Adeeva Hotel, Kota Bengkulu. Acara tersebut diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu dan dihadiri oleh masyarakat umum, mahasiswa, serta insan pers.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Lepas Atlet Menembak ke PB Perbakin Jakarta Persiapan PON 2028

Khairil Anwar menyoroti semakin panasnya suasana politik, terutama di media sosial, di mana simpatisan dan pendukung ramai-ramai menggiring opini. Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika bermedia sosial, terutama dalam menghadapi pemilihan kepala daerah.

”Situasi di masyarakat sebenarnya masih kondusif, namun di media sosial, suhu politik semakin meningkat. Kita semua harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital, menjaga keamanan data pribadi, dan mendorong etika digital yang baik sehingga mampu menciptakan kondusifitas jelang dua agenda besar ini,” ujarnya.

Selain itu, katanya, Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kondusifitas wilayah agar Pilkada dapat berjalan lancar, berkualitas, dan menghasilkan pemimpin yang terbaik.

Baca Juga  Seluma Juara Umum MTQ XXXVII Tingkat Provinsi Bengkulu 2026

Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Henny Kauri, menjelaskan bahwa deklarasi ini merupakan bukti komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah menjelang Pilkada serentak 2024.

”Pemerintah memang bukan penyelenggara Pilkada, tetapi kami memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” jelas Henny.

Kerjasama antara Badan Kesbangpol dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) juga menjadi sorotan dalam acara ini. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengakses dan menggunakan teknologi, terutama untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu konflik sosial.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Medsos

”Hoaks dapat menimbulkan polarisasi politik yang memecah belah masyarakat. Dengan literasi digital yang kuat, kita bisa bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah dan menyukseskan Pilkada 2024,” tambahnya.

Acara talk show ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Kepala Kesbangpol, Kabid Kewaspadaan Nasional, Korwil MAFINDO, dan Relawan MAFINDO. Program ini didanai oleh APBD Provinsi Bengkulu tahun 2024, dengan dasar hukum berupa Surat Keputusan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu.

Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan masyarakat Bengkulu dapat menjaga situasi politik yang aman dan damai, serta mewujudkan Pilkada yang bermartabat dan berkualitas.(JUL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!