BencoolenTimes.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi perdagangan efek di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 mencapai Rp 382,9 miliar. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp 160 miliar.
Kepala Kantor BEI Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, menyebutkan peningkatan tersebut turut diiringi pertumbuhan jumlah investor pasar modal atau Single Investor Identification (SID) di Bengkulu yang kini mencapai 76.366 investor.
Dari 76.366 investor tersebut, ada sebanyak 3.833 investor saham syariah dari data update per Februari 2025 ini. ‘’Allhamduliah peningkatan transaksinya dibadingkan tahun lalu mencapai dua kali lipat,’’ kata Marina, Kamis, 21 Agustus 2025.
Sementara itu, untuk investor sendiri paling banyak berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara. Dengan produk yang paling diminati adalah saham, reksadana, dan obligasi.
Marina menjelaskan, dominasi jumlah investor di Bengkulu berasal dari kalangan usia di bawah 30 tahun. Menurutnya, digitalisasi layanan pasar modal menjadi faktor utama yang membuat generasi milenial dan gen Z lebih mudah mengakses investasi.
Marina menambahkan, kenaikan transaksi efek di Bengkulu juga dipicu oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengelola keuangan dan investasi.
Hingga kini, pihaknya juga terus membangun kerjasama antar instansi, baik dari pihak universitas maupun sekolah di Bengkulu untuk membangun literasi tentang keuangan di pasar modal.
‘’Selain itu, pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat investor semakin percaya untuk menempatkan modalnya ke instrumen pasar modal,’’ pungkasnya.(JUL)



