BencoolenTimes.com – Bupati Lebong Kopli Ansori menyerahkan secara simbolis handtracktor yang dipinjamkan kepada pemerintah desa/kelurahan untuk mensukseskan program Musim Tanam Ke-2 (MT2) tahun 2023.
Penyerahan 78 Unit Handtracktor tersebut dilakukan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong Kamis (27/4/2023) sekira pukul 13.30 WIB.
Penyerahan 78 unit Handtracktor tersebut, dilakukan Bupati Kopli saat kegiatan rapat teknis Persiapan Pengelolahan Lahan dan Pendistribusian Handtraktor dalam Program Peningkatan Indeks Pertanaman Tahun 2023.
Rapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebong, Komisi III DPRD Lebong, para pejabat dilingkungan Pemkab Lebong, camat serta kades/lurah yang akan mengikuti program MT2 tahun 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kopli menyampaikan, pinjam pakai 78 unit Handtracktor tersebut diharapkan bisa benar-benar dimanfaatkan untuk mensukseskan program MT2 tahun 2023.
“Diharapkan handtracktor ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan produksi padi petani sekaligus mensukseskan program MT2 tahun 2023,” ucap Bupati Kopli.
Untuk itulah, sambung Bupati Kopli, setelah Handtracktor tersebut diserahkan, seluruh pemerintah desa/kelurahan bisa mendorong para petani melalui kelompok tani maupun gabungan kelompok tani segera memulai proses pengolahan lahan.
“Jangan ditunda lagi, segera dimulai MT2 dengan melakukan pengolahan lahan yang ada di wilayah desa/kelurahan masing-masing,” imbuh Kopli.
Sementara itu, Kepala Disperkan Kabupaten Lebong Hedi Parindo, SE menyebutkan, total Handtracktor milik Disperkan Kabupaten Lebong mencapai 88 unit. Dimana 10 unit sudah terlebih dahulu dipinjampakaikan kepada pemerintah desa/kelurahan sejak tahun lalu.
“Tahun ini kita kembali pinjamkan 78 unit dan diserahkan hari ini langsung oleh pak bupati,” ucap Hedi.
Menurut Hedi, 78 unit Handtracktor tersebut dipinjampakaikan kepada 50 desa/kelurahan yang sudah terdaftar atau menyerahkan data jumlah lahan sawah yang akan mengikuti program MT2.
“Kita sudah sampaikan kepada pemerintah desa/kelurahan, bahwa Handtracktor yang dipinjamkan ini tidak boleh disewakan, karena kita pinjamkan ini gratis dan untuk membantu petani agar bisa maksimal dalam melaksanakan program MT2,” terang Hedi.
Ditambahkan Hedi, mereka nantinya akan secara berkesinambungan melakukan pengawasan sekaligus pendampingan pelaksanaan program MT2, termasuk penggunaan Handtracktor yang sudah dipinjamkan tersebut.
“Jadi kita akan melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkesinambungan dalam pelaksanaan program MT2 tahun 2023. Termasuk dalam hal pemanfaatan Handtracktor yang kita pinjamkan ini, agar program MT2 bisa dilaksanakan maksimal dan hasilnya nanti juga maksimal,’’ demikian Hedi.(OIL)



