BencoolenTimes.com – Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan tersebut di pusatkan di Aula Hotel Golden Rich, Curup.
Kegiatan pembukaan Muscab IX IBI juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong, Hendri Praja, Ketua DPRD Juliansyah Yayan, Kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong, Intan Larasita, Ketua GOW Melka Novera Sari, Ketua DWP Ermawani Yusran dan Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Bengkulu, Puti Hajar.
Kegiatan yang diikuti oleh 200 anggota IBI Rejang Lebong yang berasal dari 16 ranting tersebut, disebut ada lima kandidat calon ketua, yaitu Marthawati, Jusnita, Titin Verayensi, Eni Yunita dan Mesa Pare.
‘’IBI hari ini melaksanakan Muscab ke-IX. Diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus baru, tetapi juga sebagai forum evaluasi terhadap program kerja sebelumnya dan penyusunan rencana kerja periode 2023–2028,’’ sampai Bupati Fikri Thobari dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Bupati Fikri Thobari mengimbau seluruh peserta Muscab agar menjalankan kegiatan ini dengan tertib, aman dan lancar. ‘’Dengan lima kandidat yang maju, siapa pun yang terpilih nanti harus mampu merangkul seluruh anggota dan jangan sampai Muscab ini justru menimbulkan perpecahan,’’ pesan Bupati Fikri Thobari.
Bupati Fikri Thobari juga menekankan bahwa peran bidan sangat strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam pelayanan kesehatan hingga ke wilayah pedesaan dan mendukung program kependudukan.
‘’Setiap bayi yang lahir dibantu oleh bidan juga akan langsung diurus akta kelahirannya serta pencatatan dalam Kartu Keluarga (KK). Ini sangat membantu masyarakat, sehingga mereka tidak perlu repot ke Dinas Dukcapil, serta sinergi antara IBI dan Pemkab harus terus ditingkatkan,’’ imbuh Bupati Fikri Thobari.
Ketua Panitia Muscab IX IBI, Mery Tresiana Effendi mengungkapkan dalam laporannya, total peserta Muscab mencapai 200 orang, terdiri dari pengurus daerah IBI Provinsi Bengkulu, pengurus cabang IBI Rejang Lebong, serta 80 utusan dari 16 ranting (masing-masing ranting mengirim lima orang).
‘’Tujuan Muscab ini adalah menjaga dan meningkatkan eksistensi IBI melalui koordinasi organisasi serta meningkatkan kualitas anggota. Selain itu, dilaksanakan penyampaian dan evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, penyebarluasan hasil Musda, penyusunan program kerja sesuai rencana strategis IBI pusat, pemilihan pengurus baru, serta mempererat silaturahmi antaranggota,’’ jelas Mery.
Ditempat yang sama, Ketua IBI Rejang Lebong periode 2018–2023, Marthawati menyampaikan, bahwa IBI Rejang Lebong memiliki 16 ranting dengan total anggota sebanyak 677 orang yang tersebar di rumah sakit, 21 Puskesmas, klinik, dan praktik mandiri bidan.
‘’Muscab merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi IBI dan menjadi wahana konsolidasi serta pembinaan bagi pengurus ranting dan anggota. Muscab ini juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program kerja periode sebelumnya serta pemilihan ketua baru untuk periode 2023–2028,’’ tutur Marthawati.
Ditambahkan Marthawati, tema Muscab IX kali ini adalah ‘Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berbasis Bukti’, yang dinilai sangat relevan dengan peran bidan saat ini.
‘’Bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, bukan hanya pada saat persalinan, tetapi juga sejak sebelum kehamilan, masa nifas, hingga pelayanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, bidan harus terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sinergi, dan menjaga profesionalisme,’’ demikian Marthawati.(OIL/RMC)



