BencoolenTimes.com – Dampak Bencana Banjir yang terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di Kabupaten Seluma, setidaknya ada 20 hektare Sawah warga yang siap panen terendam air di Kecamatan Seluma.
Akibatnya petani terancam merugi, sebab padi yang terendam ini telah masuk masa panen. Salah seorang petani, Seprial warga Kecamatan Seluma, sawah yang terendam banjir ini hampir semuanya telah masuk masa panen. ‘’Sekalipun air sudah surut pada hari minggu, namun tetap kami terancam merugi karena 20 Hektare Sawah sudah rata atau roboh,’’ keluhnya.
Banjir yang merendam persawahan ini juga akibat saluran irigasi yang telah banyak rusak dan terendap lumpur, sehingga tidak bisa menampung debit air dengan maksimal saat air sungai Air Ngalam meluap.
‘’Saluran irigasi kami ini telah banyak rusak dan lumpurnya juga banyak. Jadi kami minta normalisasi kepada pemerintah,’’ sampai Seprial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Seluma, Arian Sosial mengatakan, dirinya telah turun langsung mengecek areal persawahan tersebut. ‘’Saya sudah cek langsung, ada sekitar 20 hektare sawah yang terendam banjir ini, yang semuanya telah masuk musim panen,’’ kata Arian.
Dijelaskan Arian, kerusakan yang terjadi akibat banjir ini masih kategori ringan. Padi masih bisa di panen, karena banjir hanya merendam areal persawahan dan tidak disertai dengan lumpur atau sampai menghanyutkan tanaman padi.
‘’Alhamdulillah, kerusakannya masih ringan. Padi masih bisa di panen oleh petani,’’ sambung Arian.
Tindak lanjut dari musibah tersebut, lanjut Arian, mereka sudah meminta petani, khususnya di daerah rawan banjir, untuk ikut bergabung di Asuransi Usaha Tanaman Pangan atau AUTP. Sehingga jika terjadi bencana, dapat dilakukan klaim ke pihak asuransi.
‘’Kepada Poktan, saya telah sampaikan agar petani yang berada di rawan banjir untuk ikut asuransi ini. Agar ada perlindungan jika sewaktu-waktu sawah mengalami bencana,’’ lanjut Arian.
Selain itu, tambah Arian, melalui Bupati Seluma, mereka akan bersurat ke pihak Balai dan PUPR Provinsi Bengkulu Bidang Pengairan. Agar melakukan normalisasi saluran irigasi yang rusak dan terendam lumpur akibat banjir.
‘’Diharapkan juga dlpihak Balai dan PUPR bidang pengairan untuk normalisasi saluran irigasi akibat banjir. Nanti kami akan bersurat secara resmi untuk menindaklanjuti ini,’’ imbuh Arian.(LRS)



