Home Hukum Dikabarkan Bunuh Diri, ASN Asal Lebong Ternyata Tewas Ditangan Suami

Dikabarkan Bunuh Diri, ASN Asal Lebong Ternyata Tewas Ditangan Suami

Suami korban saat diperiksa penyidik usai diamankan

BencoolenTimes.com, – Belum lama ini seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Lebong inisial DF (30) dikabarkan tewas bunuh, di kediamannya di Kabupaten Lebong, Jumat (12/2/2021)

Namun usut punya usut, ternyata kematian DF bukan karena bunuh diri dengan cara gantung diri, melainkan diduga dibunuh oleh suaminya sendiri inisial YR.

Hal ini terkuak anggota unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lebong Utara melakukan penyelidikan terkait adanya kejanggalan dari kematian korban setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban yang merasa curiga saat memandikan jenazah korban yang terdapat luka memar seperti bekas bekas benturan benda tumpul.

Kapolsek Lebong Utara AKP Lunardi Naibaho, Sabtu (21/2/2021) mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Polsek Lebong Utara, pemeriksaan saksi-saksi serta hasil visum sebelumnya yang didapatkan kesimpulan kuat dugaan kematian korban bukan bunuh diri melainkan jadi korban pembunuhan.

Kemudian polisi mencurigai korban tewas ditangan suaminya sendiri, namun saat itu suami korban masih tidak mengakui perbuatannya hingga akhirnya makam korban dibongkar untuk dilakukan Outopsi. Meskipun hasil outopsi belum keluar, Polsek Lebong Utara terus melakukan pendalaman hingga mendapatkan bukti-bukti konkrit terkait kematian korban.

Hingga akhirnya, suami korban mengaku bahwa korban ia bunuh, dan untuk menutupi perbuatannya suami korban membuat cerita seolah-olah korban meninggal bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Betul, sudah ada pengakuan bahwa DF dibunuh suaminya sendiri,” kata Lunardi Naibaho.

Lunardi Naibaho mengaku pihaknya sangat hati-hati dalam melakukan pengusutan perkara ini, selain meminta keterangan sejumlah saksi-saksi, visum, pihaknya juga melakukan outopsi setelah hampir seminggu suami korban bungkam.

“Namun berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan hasil visum. Semuanya mengarah kepada suaminya sebagai pelakunya,” jelas Lunardi Naibaho.

Lunardi Naibaho, suami korban mengaku setelah istrinya meninggal dunia, ia sengaja menggantung jasad korban dengan kain pintu kamar agar terkesan korban meninggal bunuh diri.

“Setelah adanya pengakuan langsung dari suami korban, kita langsung melakukan penahanan dan menitipkannya di rumah tahanan Polres Lebong,” demikian Lunardi Naibaho. (Aje)