10.9 C
New York
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img

DKP Provinsi Bengkulu Survey Terumbu Karang

BencoolenTimes.com, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu melaksanakan survey terumbu karang di Pulau Enggano, Senin (6/11/2022). Survey dipimpin Kepala DKP Provinsi Bengkulu Syafriandi,SE,ST,M.Si ini juga melaksanakan dialog dengan nelayan.

Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Syafriandi mengatakan, Survey Terumbu Karang ini guna penelitian menyeleksi, menentukan unit penangkapan ikan yang tepat guna di Perairan Pulau yang digunakan para nelayan di Pulau Enggano. Survey dilakukan di Desa Kahyapu yang merupakan desa penghasil ikan terbesar di Pulau Enggano.

“Para nelayan lokal masih menggunakan alat tangkap tradisional, namun hasil tangkapan yang diperoleh tetap maksimal,” kata Syafriandi.

Syafriandi mengungkapkan, survey ini
mengindikasikan potensi yang bisa digali lebih dalam untuk kesejahteraan masyarakat di pulau terluar Indonesia itu. Pulau Enggano dicadangkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) oleh Pemerintah Bengkulu Utara. Hal ini yang menjadi latar belakang survey penelitian dan berdialog langsung dengan para nelayan.

“Hal ini supaya aktivitas ekonomi masyarakat dari kegiatan perikanan tangkap dan upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah Bengkulu Utara dapat berjalan tanpa tumpang tindih. Survey dilakukan dengan melakukan terhadap aspek biologi, teknologi, sosial dan ekonomi dari dua jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Desa Kahyapu, yaitu gillnet dan rawai,” ungkap Syafriandi.

Syafriandi menambahkan, unit penangkapan ikan tepat guna yang memiliki urutan prioritas utama adalah rawai yang unggul dalam ke-empat aspek pengamatan. Rawai secara finansial dan benefit memberikan nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan gillnet. Hasil standarisasi B/C ratio dari alat tangkap rawai adalah 0,49 sedangkan gillnet adalah 0,34. Nilai R/C ratio alat tangkap rawai yang telah distandarisasi menggunakan analisis MCA adalah 0,51 sedangkan gillnet adalah 0,33.

“Kata kunci gillnet, multi kriteria analisis, pulau enggano, rawai, seleksi unit penangkapan ikan,” demikian Syafriandi. (Bay)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!