BencoolenTimes.com – Genesis Bengkulu beberkan data lengkap nama-nama perusahaan yang diduga tidak melakukan upaya Reklamasi terhadap Lubang Eks Tambang Batubara di Provinsi Bengkulu.
Dimana hasil Update identifikasi dan analisa Genesis Bengkulu Periode 2025, setidaknya ada 40 Lubang Eks Tambang Batubara milik 9 perusahaan yang sudah habis Izin Usaha Pertambangan (IUP) periode 2016 hingga 2020 yang diduga tidak dilakukan reklamasi.
Lubang Eks Tambang Batubara tersebut, luasnya jika dikalkulasikan keseluruhan, mencapai lebih kurang seluas 40 hektare. ‘’Ini hasil identifikasi dan analisa kita (Genesis Bengkulu) periode Desember 2025,’’ sampai Direktur Genesis Bengkulu, Egi Ade Saputra.

Egi merincikan, 9 perusahaan yang diduga tidak melakukan Reklamasi tersebut, yaitu Lubang terbanyak milik PT. Rekasindo Guriang Tandang dengan jumlah 15 Lubang atau Danau yang IUP nya berakhir pada 2015 dan berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara dengan luas Lubang atau Danau diperkirakan mencapai 12,24 Hektare (Ha).
Kemudian ada PT. Ratu Samban Mining dengan jumlah 7 Lubang atau Danau yang luas totalnya mencapai 12,76 Ha yang IUP nya sudah berkahir pada tahun 2023 lalu.
Kemudian ada PT. Cipta Buana Seraya dengan 5 Lubang atau Danau yang luasnya mencapai 3,02 Ha dan PT. Danau Mas Hitam sebanyak 4 Lubang dengan luasan mencapai 6,64 Ha.

‘’Kemudian perusahaan lainnya yang memiliki peninggalan Lubang Eks Tambang Batubara dengan jumlah luasan beragam, yaitu PT. Bara Indah Lestari dan PT. Bumi Arma Sentosa. Serta PT. Bara Mega Quantum dan PT. Ferto Rejang,’’ rinci Egi.
‘’Perusahaan-perusahaan tersebut, IUP nya habis pada periode tahun 2015 hingga tahun 2023. Serta tersebar di Kabupaten Benteng, Bengkulu Utara dan Kabupaten Seluma,’’ sambung Egi.
Ditambahkan Egi, mereka akan mendesak serta mendorong agar seluruh tambang yang diduga tidak melakukan reklamasi tersebut bisa diberikan tindakan tegas oleh pemerintah.
‘’Karena ini jelas dampaknya merugikan dan mengancam lingkungan maupun masyarakat yang ada di sekitar lokasi bekas tembang tersebut. Terutama ancaman Bencana Alam Longsor yang setiap saat mengintai masyarakat,’’ imbuh Egi.(OIL)



