23 C
New York
Sunday, August 30, 2026

Buy now

spot_img

Ketika Kiyai Sepuh Dipanggil Kakak

spot_img

Hari santri 22 Oktober lalu, saya ke Pondok Pesantren Pancasila. Hadir para kiyai dan santri dengan gaya khasnya. Bersarung.

CATATAN DEWA – Kota Bengkulu

SAYA hadir sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bengkulu. Namun ada rasa kikuk ketika memanggil “kakak” kepada kiyai.

Saya tetap paksakan panggil Kakak Ahmad Suhaimi. Namun giliran Kiyai Ahmad Daroini, berat lidah ini memanggilnya Kakak.

“Nah, kalau beliau ini mohon izin saya tetap menyapanya Kiyai Ahmad Daroini. Nggak sanggup saya memanggil beliau kakak,” ucap saya langsung disambut tawa hadirin.

Baca Juga  Gubernur Helmi Hasan Lantik Pimpinan Baznas Bengkulu

Pesantren Pancasila ini di bawah Yayasan Semarak Bengkulu. Letaknya strategis. Di pusat jantung kota.

Lahannya 10 hektare disumbangkan era Gubernur Bengkulu Suprapto. Namun kini tinggal 8 hektare lagi. Masih cukup luas.

Di dalam area ini berdiri megah rumah susun (rusun) santri. “Ini berkat lobi dan bantuan Pak Helmi ke pusat. Jalan lingkungan juga dari Pemkot,” ujar Kak Kiyai Suhaimi.

Saat sambutan pembina, saya pun sempat berpantun, “Kamis pagi ke Pensantren Pancasila. Pelantikan Mabigus Pramuka. Para santri teruslah berkarya. Karena kalian santri yang Camkoha”.

Baca Juga  Gubernur Bengkulu Raih detikSumatera Awards 2026, Program Jalan Mulus Perlancar Aktivitas Ekonomi

Kalian santri hebat. Harus bangga menjadi santri. Kelak kalian lah yang akan meneruskan perjuangan.

Kalian akan menjadi walikota, gubernur, atau pengusaha muslim hebat. Yang alumni pesantren acungkan jari. Kalian orang hebat.(**)

Penulis Dedy Wahyudi (Dewa), wartawan senior dan Plt Walikota Bengkulu

spot_img
admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!