Home Info Daerah Helmi Hasan Doakan Dedy Wahyudi Jabat Walikota Bengkulu Sampai 4 Tahun Kedepan

Helmi Hasan Doakan Dedy Wahyudi Jabat Walikota Bengkulu Sampai 4 Tahun Kedepan

Helmi Hasan saat Berpamitan di Balai Kota Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Walikota Bengkulu Helmi Hasan telah cuti dan pamit ke jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Bengkulu selama 71 hari kedepan masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Diketahui Helmi Hasan maju Pilgub Bengkulu 2020 didampingi Muslihan DS dan telah ditetapkan sebagai Paslon dengan nomor urut 1.

Sementara kendali Pemerintahan kini dikomandoi Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Helmi Hasan saat berpamitan berpesan kepada seluruh pejabat maupun masyarakat Kota Bengkulu agar memperlakukan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi seperti Walikota Bengkulu.

Serta mendoakan Dedy Wahyudi tidak hanya menjabat Walikota selama 71 hari tapi sampai 4 tahun kedepan.

“Perlakukanlah Wakil Walikota ini sebagai Walikota anda selama 71 hari kedepan dan InsyaAllah sampai 4 tahun kedepan,” ungkap Helmi Hasan, Jumat (25/9/2020).

Helmi Hasan menyatakan rasa senang dan bahagia karena telah ditemukan dengan orang-orang terbaik dan telah melakukan kerja-kerja terbaik.

“InsyaAllah itu menjadi kenangan bagi saya dan Istri,” kata Helmi Hasan.

Diakhiri kata, Helmi Hasan menghaturkan maaf kepada semua pihak, jika ada perbuatan yang kurang berkenan agar dimaafkan.

“Jika perbuatan yang kurang puas dan kurang berkenan karena usia yang masih sangat muda mungkin, karena ilmu yang masih sangat sedikit, karena pengalaman yang masih sangat kurang mungkin dan sulit menjaga lisan, menjaga sikap. Dari hati yang paling dalam saya mohon maaf sebesar-besarnya,” jelas Helmi Hasan.

Untuk diketahui, Helmi Hasan resmi cuti dari Walikota Bengkulu dalam masa kampanye 71 hari. Selain itu, semua fasilitas negara yang digunakan saat menjabat diserahkan kepada Wakil Walikota Bengkulu.

Hal tersebut dilakukan Helmi Hasan karena menginginkan Pilkada yang bersih dan tidak mencampur adukan antara Pilkada dengan jabatan Walikotanya serta tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politik. (Bay)