9.3 C
New York
Sunday, April 19, 2026

Buy now

spot_img

HM 1, Romer 2, Paslon Masih Saling Sindir

BencoolenTimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, Senin malam, 23 September 2024, menggelar pleno terbuka pengundian Nomor Urut Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Tahun 2024.

Pleno dipimpin langsung Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Rusman Sudarsono didampingi 4 Komisioner KPU Provinsi lainnya. Serta dihadiri Bawaslu Provinsi Bengkulu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta diikuti Partai Politik (Parpol) pengusung kedua paslon maupun para pendukungannya.

Kemudian kedua paslon diminta menyampaikan kata sambutan secara bergiliran di tempat yang sudah disediakan KPU. Saat inilah mulai muncul suasana sedikit panas dan menarik yang diiringi kemuruh sorakan masing-masing pendukung paslon, lantaran kedua paslon secara bergiliran saling sindir.

Giliran pertama kata sambutan didapat Paslon Nomor Urut 1 yaitu Paslon Helmi Hasan-Mian. Dalam kesempatan tersebut, Helmi memberikan kesempatan menyampaikan sambutan kepada Mian terlebih dahulu.

‘’Sambut Pilkada kita dengan penuh persaudaraan dan pada gilirannya dengan semangat baru, Bengkulu Butuh Gubernur Baru. Dan untuk itu, marilah kita sama-sama saling bergandengan tangan menciptakan pilkada ini dengan tertib dan aman, beda pilihan menjadi hak demokrasi, tapi keinginan yang baru menjadi keinginan kita bersama,’’ sampai Mian.

Sementara itu, Helmi Hasan mengatakan, Pilkada adalah pesta demokrasi, namanya pesta riang gembira, bukan saling bully apalagi saling caci maki. ‘’Hidup rukun bersama tetangga, jangan lupa saling menyapa. Kalau ada yang menjelek-jelekan kita, mari kita doakan saja,’’ ucap Helmi Hasan saat menyampaikan pantun pembuka untuk memulai sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan mulai menyindir soal masalah jalan, khususnya jalan provinsi yang banyak hancur, salah satunya jalan provinsi di Kabupaten Lebong. Kemudian soal anggaran satu persen dari APBD Provinsi Bengkulu yang belum diterima desa, sehingga banyak kepala desa protes.

Bahkan Helmi Hasan menyebut soal ‘Ban Serep’, dimana Wakil Gubernur bukan ban serep, melainkan wakil adalah dwi tunggal. ‘’Kenapa saya minta Pak Mian bicara duluan, karena bagi Helmi Hasan, Wakil bukan Ban serep, Wakil adalah Dwi Tunggal. Karena seorang calon gubernur, tidak akan bisa calon kalau wakilnya tidak ikut, betul,’’ sampai Helmi Hasan.

Helmi Hasan melanjutkan sambutan dengan menyampaikan ucapan terikasih kepada KPU Provinsi Bengkulu yang sudah menyebutkan seluruh Parpol Pengusung Helmi-Mian. Tetapi pasangan sebelah (paslon Romer), ternyata ada yang ketinggalan dan pasangan Helmi-Mian tidak akan meninggalkan kawan seperjuangan.

Helmi Hasan juga menyinggung soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya yang bersumber dari Ambulance RSUD M.Yunus. Mereka akan membatalkan aturan PAD Ambulance RSUD M. Yunus tersebut, karena dinilai menjadi sebuah kekejaman negara.

‘’Insya Allah Helmi-Mian hari pertama jadi gubenur, kita akan batalkan PAD Ambulance di (RSUD) M. Yunus. Itu adalah kekejaman negara hadirin, seorang gubernur diberikan fasilitas mobil mewah, harga miliaran, tapi tidak ada PAD disana,’’ janji Helmi Hasan.

Helmi Hasan juga menyebut, masyarakat kecil diberikan ambulance, tidak setiap hari ingin ambulance, tapi ketika ini dipinjamkan untuk ibu yang melahirkan, membawa bayi yang meninggal, dimintai PAD (Pendapatan Asli Daerah).

‘’Keterlaluan dan sungguh keterlaluan dan oleh karena itulah Helmi-Mian mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu, apapun sukunya, apapun agamanya, apakah suku serawai, apakah suku rejang, apakah suku lembak, suku jawa saudaraku sekalian, yuk sama-sama Helmi-Mian Bantu Rakyat,’’ sebut Helmi Hasan.

Sebagai penutup, Helmi Hasan menambahkan, banyak sekali masyarat yang mau BPJS gratis, tapi hak itu tidak tertunaikan oleh pemerintah. Maka insya Allah, terpilihnya mereka, seluruh masyarakat provinsi tidak mampu membayar BPJS, seluruhnya ditanggung pemerintah.

Masih helmi Hasan, APBD bukan uang gubernur, bukan uang DPRD, APBD bukan uang Forkopimda, APBD Provinsi Bengkulu itu adalah uangnya rakyat Provinsi Bengkulu. Selain itu, Pemprov Bengkulu itu bukan Tingkat II yang ke sebelas, melainkan perpanjangan tangan pemerintah pusat.

Helmi Hasan menutup sambutannya dengan mengungkapkan bahwa Provinsi Bengkulu tidak bisa membangun tanpa pusat, karena APBD tidak lebih dari 400 miliar. Sedangkan APBD tiga koma sekian Triliun, artinya lebih besar kasih sayang bantuan pemerintah pusat dari pada PAD.

‘’Jadi wajar, siapapun jadi gubernur kedepan, harus punya hubungan baik dengan pemerintah pusat. Ingat pak suprapto dulu dkirim pusat ke Bengkulu, tidak ada yang bisa menyanggah keberhasilannya, Suprapto membangun Provinsi Bengkulu,’’ tutup Helmi Hasan.

Menanggapi sambutan Paslon Helmi Hasan-Mian, paslon Rohidin Mersyah-Meriani langsung menyampaikan tanggapan atau klarifikasi secara langsung. Rohidin langsung membukanya dengan pantun yang disebutnya pantun asli Bengkulu.

‘’Bengkulu ini Dikenal dengan Bumi Rafflesia, Kota Kelahiran Ibu Fatmawati, Malam ini Kami Dapat Nomor 2, Pasangan Rohidin dan Ibu Meriani,’’ ucap Rohidin.

Rumah besar Bengkulu harus dijaga sama-sama, kata Rohidin, disituasi seperti ini pun, informasi yang disampaikan ke masyarakat, adalah harus informasi yang benar. ‘’Saya harus mengkoreksi beberapa yang disampaikan sahabat saya Helmi Hasan, karena ini menyangkut hal yang harus dipertanggungjawabkan di depan rakyat,’’ ucap Rohidin.

Masyarakat Bengkulu, menurut Rohidin, boleh tidak memilih Romer, boleh tidak setuju dengan keberhasilan Romer, tapi sebagai pemimpin jangan pernah memberikan informasi yang salah kepada rakyat.

‘’Coba dilihat lagi APBD Bengkulu tersebut, PAD nya Rp 1,1 triliun, bukan Rp 400 miliar. Jadi ini membuat kesesatan masyarakat, apalagi orang pusat mendengar menggunakan data yang salah untuk mengelabuhi rakyat,’’ Rohidin menanggapi.

‘’Kedua terkait BPJS, saya langsung mendatangani dengan kepala BPJS pusat sejak tahun 2023, boleh diminta dokumennya. Bahwa Bengkulu menjadi Provinsi Ketiga dari 38 provinsi ditetapkan sebagai provinsi yang memenuhi standar UHC, yang artinya apa, Bu Dewi Coryati faham bahwa seluruh masyarakat Bengkulu sudah dijamin BPJS,’’ Rohidin melanjutkan menanggapi yang disampaikan Helmi Hasan sebelumnya.

Dilanjutkan Rohidin, mereka selalu berdoa bersama Ibu Meriani, bisa diberikan tempat yang diberkahi, tempat yang tepat, tempat yang benar, karena mereka meyakini yang memberikan itu adalah Allah SWT. ‘’Kami minta diberikan tempat yang engkau berkahi, tempat yang tepat, tempat yang benar, karena kami yakin yang memberikan tempat sebenar-benarnya itu adalah allah SWT,’’ ucap Rohidin lagi.

Rohidin juga mengakui, melalui konstestasi Pilkada Bengkulu, masyarakat ingin pemimpin penuh berkah secara keseluruhan. Sehingga mereka berkomitmen dan bukan untuk menyerang siapapun atau untuk kepentingan mereka sendiri, melain bentuk komitmen terbaik.

‘’Komitmen kami, kami tidak akan pernah membebani masyarakat Bengkulu dengan namanya pajak, karena kami melihat betul, kalau tadi kami melihat saya dioreksi sebagai gubernur, saya kira sah-sah saja. Tapi, ini betul-betul keluhan masyarakat Bengkulu saat ini, bahwa pajak naik sampai 300 persen dan kami berkomitmen kami tidak akan menaikan pajak untuk rakyat,’’ tegas Rohidin disambut sorakan pendukungnya.

Kedua, kata Rohidin lagi, mereka memahami bahwa tanggungjawab memimpin paling tinggi dalam amanah yang akan diberikan. Sehingga satu haripun saat kami menjabat, tidak satu haripun kami meninggalkan daerah dengan alas apapun.

‘’Karena saya yakin betul suara rakyat adalah suara tuhan yang diberikan sebagai amanah kepada kami. Saya sedih kalau pendukung dan masyarakat, Bengkulu cari gubernur yang entah dimana padahal spanduk ada dimana-mana, jadi saya harap ini bisa dikoreksi dengan baik,’’ kata Rohidin lagi.

Ketiga, masih penyampaian Rohidin, mereka tidak mau menimbulkan kemarahan masyaakat Bengkulu, termasuk para pendiri provinsi Bengkulu dengan mengubah sejarah dan Budaya Bengkulu, yang mereka yakin betul adalah buah cinta dengan Bumi Rafflesia yang dicintai.

‘’Kami mendapatkan masukan dari para tokoh saat berkeliling di Provinsi Bengkulu dan ada amanah. Rohidin, kalau nanti jadi gubernur, jaga sejarah dan budaya Bengkulu, lindungi masyarakat adat yang ada, lindungi seluruh etnis umat beragama, lindungi semua suku yang ada,’’ imbuh Rohidin.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur pasangan Rohidin, yaitu Meriani menambahkan apa yang disampaikan Rohidin, bahwa dirinya memutuskan menjadi Wakil Rohidin, tidak lain untuk keterwakilan kaum perempuan maupun kelompok pengusaha. Sehingga tidak salah jika Sembilan kabupaten dan satu kota untuk menyambut dirinya sebagai Calon Wakil Gubenur Baru, Calon Pejabat Negara Baru dan Calon Politisi Baru.

‘’Saya memutuskan jadi pasangan pak Rohidin Mersyah, karena saya cinta Bengkulu. Dan yang baru disini adalah ibu Meriani, sinergi baru, sinergi baru dan yang menjelek-jelekan kita jogetin saja,’’ singkat Meriani disambut teriakan pendukungnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Rusman Sudarsono berharap, Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Tahun 2024 bisa berjalan lancar damai dan kondusif hingga selesai. ‘’Jadi tetap butuh dukungan seluruh elemen, termasuk masyarakat di Provinsi Bengkulu, agar Pilkada bisa berjalan lancar, kondusif, aman dan damai,’’ harap Rusman.

Ditambahkan Rusman, dengan telah ditetapkannya nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada Bengkulu tahun 2024, bukan hanya sekadar mempermudah paslon untuk sosialisasi kepada masyarakat,  tetapi juga, nomor urut akan masuk ke dalam surat suara. Dan bagaimana nanti KPU Provinsi Bengkulu menetapkan Daftar Pasangan Calon (DPC).

‘’Selanjutnya, setelah tahapan pendaftaran serta pengundian nomor urut paslon, kita segera masuk tahapan kampanye. Dimana tahapan ini mulai 25 September 2024 hingga tiga hari sebelum pencoblosan,’’ tutup Rusman.(OIL)

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!