BencoolenTimes.com – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI (R di Kota Bengkulu, Jumat, 7 November 2025. Masing-masing Pembangunan Belungguk Point yang berlokasi di sepanjang Jalan S. Parman dan Pasar Baru Koto 1, Kelurahan Malabero.
Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah Bengkulu, Uding Juharudin, sebagai bagian dari upaya pendampingan dan pencegahan potensi penyimpangan dalam proyek pembangunan daerah.
‘’Kami dari KPK Bidang Koordinasi dan Supervisi Pencegahan hadir di sini untuk melakukan pendampingan, peninjauan, sekaligus langkah pencegahan. Karena itu, kami datang saat proyek masih berjalan, belum selesai,’’ ujar Uding di lokasi peninjauan.

Menurut Uding, proyek Belungguk Point masih memiliki sisa waktu pengerjaan sekitar tujuh Minggu dan Pasar Baru Koto sekitar lima Minggu.
Ia menekankan bahwa kehadiran KPK bukan untuk mencari kasus, tetapi memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana, kontrak, dan target waktu.
‘’Kalau ada masalah, itu bukan berarti kasus dan masalah bisa diselesaikan. Kami datang untuk melihat kondisi lapangan, laporan dan progres pekerjaan agar bisa memberi masukan supaya proyek selesai tepat waktu dan berkualitas,’’ katanya.
Ia menjelaskan, proyek Belungguk Point termasuk dalam kategori proyek strategis daerah karena memiliki nilai miliar rupiah dan berkaitan langsung dengan misi kepala daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lanjut Uding, tidak hanya meninjau proyek ini, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap seluruh proyek strategis daerah lainnya melalui mekanisme laporan. Namun, dua proyek di Bengkulu dipilih untuk ditinjau langsung guna melihat progres di lapangan.
‘’Kami berharap mekanisme pengawasan dan pengendalian di daerah bisa berjalan sistemik, tidak hanya bergantung pada pantauan KPK. Semua pihak harus memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik,’’ jelasnya.
Berdasarkan laporan terakhir, progres pengerjaan proyek Belungguk Point menunjukkan hasil positif dengan capaian sekitar 16 persen di atas target. Meski demikian, Uding mengingatkan agar seluruh pihak tidak merasa puas terlalu dini.
‘’Kami selalu wanti-wanti, jangan terlena dengan hasil positif sementara. Yang paling penting adalah kualitas akhir saat pekerjaan selesai 100 persen. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan dari BPK dan masa retensi juga akan menjadi bahan evaluasi,’’ tegasnya.
Uding juga mengajak semua pihak, mulai dari pelaksana proyek, pengawas, kontraktor, hingga masyarakat untuk bersama-sama memastikan pembangunan berjalan transparan dan bermanfaat bagi masyarakat.
‘’Kami ingin semua pihak berkontribusi bukan karena ada KPK, tapi karena tanggung jawab dan komitmen untuk membangun daerah,’’ ajak Uding.
Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL. Tobing menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta pendampingan yang dilakukan KPK.
‘’Kami mengucapkan terima kasih atas peninjauan ini. Tentu ini menjadi penyemangat dan bahan evaluasi bagi kami, terutama kontraktor pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sesuai target dan tidak ada masalah dikemudian hari,’’ ungkap Ronny.(JUL)



