BencoolenTimes.com – Mayoritas remaja yang diamankan Tim Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu bersama Brimob Polda Bengkulu di kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), Kota Bengkulu, berstatus putus sekolah. Fakta ini menambah keprihatinan atas maraknya aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat.
Pengamanan dilakukan pada Senin (5/1/2026) dini hari, menyusul laporan warga yang merasa terancam dengan keberadaan sekelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam di kawasan tersebut.
Kasubnit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu, Revi Harisona, mengungkapkan bahwa dari 16 remaja yang diamankan, 14 orang masih di bawah umur, sementara dua lainnya telah dewasa.
“Dari hasil pendataan awal, terdapat empat pelajar SMP, dua pelajar SMA, sedangkan sebagian besar lainnya merupakan remaja putus sekolah,” jelas Revi.
Dalam proses penyisiran, petugas juga menemukan sejumlah senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk aksi kriminal. Seluruh remaja tersebut langsung dibawa ke Mapolresta Bengkulu guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini kami masih mendalami peran masing-masing remaja serta asal-usul senjata tajam yang ditemukan di lokasi,” tambahnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Polresta Bengkulu mengimbau orang tua dan keluarga agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Peran keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah remaja terjerumus ke dalam geng motor dan tindakan kriminal.
Kepolisian juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik rawan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bengkulu.(OIL)



