23.3 C
New York
Sunday, July 19, 2026

Buy now

spot_img

OJK : Kinerja Industri Keuangan Provinsi Bengkulu Stabil dan Positif

BencoolenTimes.com, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menilai Sektor Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu hingga bulan Mei 2024 dalam kondisi stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, serta profil risiko terjaga untuk terus mendukung pertumbuhan perekonomian daerah di tengah kondisi ketidakpastian global.

Pada posisi Mei 2024, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Bengkulu mengalami pertumbuhan yoy. Penyaluran kredit Bank Umum pada bulan Mei 2024 tumbuh 7,05 persen yoy. Aset Bank Umum di Provinsi Bengkulu juga mengalami peningkatan sebesar 7,17 persen yoy. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank umum di Provinsi Bengkulu pada bulan Mei  2024 mencapai Rp16,99 triliun naik sebesar 8,02 persen yoy.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi mengatakan, berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit Investasi, Modal Kerja dan Konsumsi masing-masing dengan masing-masing total kredit di Provinsi Bengkulu sampai dengan Mei 2024 adalah sebesar 5,5 miliar, 8,6 miliar dan 14,3 miliar.

“Berdasarkan sektornya, pertumbuhan kredit di Provinsi Bengkulu disumbangkan oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 22 persen, sektor Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya (termasuk pinjaman multiguna) sebesar 22 persen serta Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18%. Sedangkan, berdasarkan jenis debiturnya, kredit di Provinsi Bengkulu paling banyak disalurkan kepada debitur UMKM,” ujarnya.

Lalu, Kinerja intermediasi BPR/S di Provinsi Bengkulu pada April 2024 terpantau cukup baik dengan tren yang meningkat meskipun tidak signifikan.

“Secara YoY, tercatat bahwa terdapat peningkatan Kredit sebesar Rp26,58 miliar atau 12,52% pada Mei 2024. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga mengalami lonjakan cukup signifikan yang pada Mei 2024 meningkat hingga Rp27,7 miliar atau 15,50%. Meski terdapat peningkatan pada penyaluran kredit/pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga, terdapat penurunan tidak signifikan total aset pada Mei 2024 yang mencapai –Rp2,33 miliar atau 0,81%,” paparnya.

Sementara itu, secara umum market share total aset BPR/BPRS di Provinsi Bengkulu terbilang kecil yaitu sebesar Rp286 miliar dari Rp195,01 triliun atau hanya sebesar 0,14%. Selanjutnya, secara total aset terbesar pada Provinsi Bengkulu terdapat pada Kabupaten Seluma sebesar Rp86,9 miliar sedangkan total asset terkecil terdapat pada Kabupaten Kaur yang hanya sebesar Rp1,6 ,miliar.

Hingga Bulan Mei 2024, OJK Provinsi Bengkulu telah melakukan pemeriksaan on site terhadap 2 (dua) BPR. Pada Bulan Mei 2024 OJK Provinsi Bengkulu telah menerbitkan izin berupa : 2 (dua) Persetujuan Dewan Pengawas Syariah BPRS, dan 1 (satu) Persetujuan Pemegang Saham Pengendali BPRS.

“Selain itu, hingga Bulan Mei 2024, OJK Provinsi Bengkulu juga telah menerbitkan :
1 (satu) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPR,” tukasnya. (JUL)

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493

Popular Articles

spot_img

Stay Connected

0FansLike
3,671FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!