BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan penataan kawasan Pasar Panorama pada Januari 2026. Penataan ini menyasar Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan toko yang melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) serta Garis Sempadan Pagar (GSP).
Langkah penataan diawali dengan apel kesiapan personel di Jalan Kedondong yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta unsur Kecamatan dan Kelurahan setempat.
Penataan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) terkait tata ruang dan ketertiban umum.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu Noprisman mengerahkan personelnya untuk melakukan pengukuran ulang GSP dan GSB. Dalam proses ini, petugas memberikan tanda tegas menggunakan cat semprot pada bagian bangunan atau lapak yang terbukti melanggar batas ketentuan.
Tanda cat semprot tersebut berfungsi sebagai peringatan visual bagi pemilik toko dan pedagang agar segera melakukan penyesuaian secara mandiri. Meski bertindak tegas, Pemkot Bengkulu tetap mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis.
Petugas di lapangan memberikan edukasi serta penjelasan langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya mematuhi GSB demi estetika dan kelancaran arus lalu lintas di Kota Bengkulu.
Pemerintah memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk menertibkan bangunan atau barang dagangannya sendiri. Namun, jika dalam jangka waktu yang ditentukan tidak ada perubahan, pemerintah tidak segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Kasatpol PP Sahat Marulitua Situmorang menjelaskan, fokus utama penataan adalah mengembalikan fungsi badan jalan dan trotoar yang selama ini tersita oleh aktivitas dagang, agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat umum sebagaimana mestinya.
”Kita ingin menciptakan lingkungan Pasar Panorama yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” jelas Sahat.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian kegiatan pemantauan dan pengukuran berlangsung kondusif dengan dukungan dari berbagai pihak yang menginginkan wajah Kota Bengkulu menjadi lebih tertata dan berkelanjutan. (JUL/RMC)



