BencoolenTimes.com – Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkot Bengkulu pada Selasa, 27 Mei 2025.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyusul adanya gangguan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Provinsi Bengkulu, termasuk Kota Bengkulu.
“WFH diberlakukan bagi seluruh PNS dan PPPK, kecuali bagi petugas pelayanan kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), serta perizinan,” ujar Dedy Wahyudi dalam keterangan resminya.
Selain itu, untuk jenjang pendidikan SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, yang telah menyelesaikan ujian, diperkenankan untuk menerapkan pembelajaran daring selama masa gangguan BBM ini berlangsung.
Dalam himbauannya, Dedy Wahyudi juga meminta kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian BBM menggunakan jerigen. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi penimbunan dan memperlancar distribusi BBM kepada masyarakat secara langsung.
Ia juga menginstruksikan kepada anggota Satpol PP dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bengkulu untuk membantu mengatur antrean di SPBU serta membagikan air mineral kepada masyarakat yang sedang mengantre.
“Kepada semua pihak, kami berharap agar memberi ruang dan kesempatan kepada pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai. Sembari itu, marilah kita bersama memperbanyak doa kepada Allah SWT agar permasalahan ini segera tuntas,” kata Dedy Wahyudi.
Himbauan tersebut resmi ditetapkan di Bengkulu pada Mei 2025 dan diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh kepala perangkat organisasi daerah di Pemkot Bengkulu.(JUL)



