Tuesday, June 25, 2024
spot_img

Pengusutan Kasus Ambruknya Wisata Kota Tuo Mandeg ?

BencoolenTimes.com, – Pengusutan kasus ambruknya Wisata Kota Tuo yang dilakukan Polresta Bengkulu masih menimbulkan tanda tanya publik. Meski sempat santer jadi perbincangan publik, kini kabar perkembangan kasusnya mulai hening.

Terkait pengusutan tersebut, media ini telah mengonfirmasi Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Aris Sulistyono melalui WhatsApp, namun tidak mendapatkan jawaban, Selasa (6/6/2023) sore, hingga berita ini diturunkan.

Sementara, terpisah, penanganan kasus ini sebelumnya dipertanyakan Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu.

“Soal Kota Tuo itukan kemarin ditangani Polresta Bengkulu. Tapi, sampai sekarang bagaimana perkembangan pengusutan kasusnya belum ada diungkapkan lagi ke publik. Kita berharap apapun perkembangan kasusnya, aparat penegak hukum hendaknya menyampaikan kepada publik karena inikan jadi perhatian,” kata Direktur Puskaki Bengkulu, Melyan Sori kepada BencoolenTimes.com, Senin (5/6/2023).

Melyan Sori juga mendorong Polresta Bengkulu mengusut sampai tuntas kasus tersebut. Karena ia meyakini ada kerugian negara yang terjadi dalam peristiwa ambruknya pembangunan Wisata Kota Tuo yang dibangun baru sekitar setahun tersebut.

“Bisa dilihat secara kasat mata kalau itu ambruknya bukan karena bencana alam, tapi diduga gagal kontruksi. Tentunya kuat dugaan hal ini menimbulkan kerugian negara. Kita dorong penegak hukum menuntaskan perkaranya,” jelas Melyan Sori.

* Berikut sederet fakta soal Kota Tuo Bengkulu berdasarkan data-data yang berhasil dihimpun media ini.

1. Destinasi Wisata Baru

Wisata Kota Tuo Kota Bengkulu merupakan destinasi wisata baru di Kota Bengkulu yang masuk dalam program KOTAKU. Wisata Kota Tuo diresmikan oleh Walikota Bengkulu pada 1 November 2021. Melalui pembangunan Kota Tuo itu, Walikota berkomitmen untuk menata Pasar Bengkulu dan mengembalikan aura kejayaan sejarah Bengkulu tempo doeloe. Wisata Kota Tuo saat ini baru terealisasi tahap satu, selanjutnya akan ada tahap dua dan tiga, kawasan ini akan membentang dari jembatan Pasar Bengkulu hingga Jembatan Sungai Bengkulu (Kampung Kelawi).

2. Dibangun Kolaborasi APBN dan APBD Kota Bengkulu

Pembangunan Kota Tuo hasil kolaborasi Pemkot Bengkulu dan Pemerintah Pusat. Didanai APBD dan APBN. Pembangunan tahap 1 menelan anggaran miliaran dari APBD Rp 6,5 miliar dan APBN sekitar 12 miliar. Nilai yang cukup fantastis.

3. Pembangunan direncanakan meliputi tiga tahap.

Pembangunan Kota Tuo direncanakan tidak hanya sebatas pada segmen 1, namun direncanakan dilanjutkan pada segemen segmen 2 dan 3.

Segmen 1, tema wisata maritim. Ada galangan kapal dimana masyarakat bisa menyaksikan proses pembuatan kapal. Ditambah fasilitas wisata dan jogging track.

Segmen 2, tema sejarah dengan merevitalisasi mesjid tuo (mesjid mujahidin). Merevitalisasi Benteng York, yang merupakan cikal bakal dibangunnya Benteng Marlborough. Merevitalisasi Dermaga lama.

Segmen 3, tema Agrowisata. Menata persawahan menjadi agrowisata dan kawasan kumuh, menjadi kawasan pemukiman yang bersih dan indah.

4. Dikerjakan PT. Adhi Karya

Pembangunan Wisata Kota Tuo yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dibangun oleh kontraktor pelaksana PT. Adhi Karya. Pembangunan sempat terkendala karena ada kapal didekat pembangunan. PT. Adhi Karya diketahui merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang Kontruksi, EPC, Properti, Real Estat, Investasi Infrastruktur, Pelaksanaan Infrastruktur, dan Fasilitas Kereta Api, Pengadaan Barang dan Jasa Hotel.

5. Baru Setahun Sudah Ambruk

Bangunan Wisata Kota Tuo yang diresmikan 1 November 2021 umurnya kurang lebih baru setahun, namun kondisinya kini sangat riskan. Pasalnya, destinasi wisata yang digadang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut tak sesuai harapan karena baru pembangunan tahap 1 sudah ambruk. Ada pihak menilai bahwa ambruknya bangunan karena bencana alam, ada pula yang menduga karena gagal kontruksi.

6. Diduga Gagal Kontruksi ?

Terkait dugaan gagal kontruksi, Made Ardana STMT, selaku Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian bersama dengan semua pihak yang terkait dengan pembangunan wisata Kota Tuo.

“Nanti kita, tadi sudah sepakat dengan kawan-kawan kita akan buat kajian bersama. Sekarang belum bisa berargumentasi karena belum ada hasil kajian itu,” kata Made saat diwawancarai di Wisata Kota Tuo, Jumat (24/2/2023).

Saat disinggung apakah penyebab ambruknya bangunan karena tidak sesuai spesifikasi ?
Made Ardana STMT selaku Sekretaris Pokja Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Bengkulu, menyatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut.

“Kita belum bisa menyimpulkan itu, karena belum ada kajiannya kan, tapi sementara informasi dari KPP itu karena bencana banjir dua kali menerjang,” jelas Made.

7. Diusut Aparat Penegak Hukum (APH).

Ambruknya pembangunan wisata Kota Tuo saat ini sedang diusut APH yakni Polresta Bengkulu. Saat ini Polresta Bengkulu sedang melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut. Berdasarkan keterangan Kabag Ops Polresta Bengkulu waktu itu, Kompol Jufri, penyidik belum melakukan pemeriksaan pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan. Namun informasi diperoleh, Polresta Bengkulu telah melayangkan surat panggilan ke sejumlah pihak antara lain Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu dan Kabid di Dinas PUPR Kota Bengkulu.

“Terkait dengan kasus ambruknya wisata Kota Tuo kita sedang melakukan penyelidikan disana terkait dengan penyebab ambruknya tersebut,” kata Jufri, di Polresta Bengkulu, Kamis (2/3/2023) lalu. (BAY)

Related Articles

Latest Article

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493
error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!