Polemik Lahan Parkir Zona II, Dishub Dinilai Semena-mena, Jukir Tak Bahagia

Para Jukir Saat Bertemu Plt, Sekda Kota Bengkulu

BencoolenTimes.com, – Polemik lahan parkir zona II yang dilelang oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu masih bergulir.

Pasalnya, pemenang lelang lahan parkir Zona II CV Arsya Rajendra bersama para Juru Parkir (Jukir) mendatangi Kantor Bapenda Kota Bengkulu, Senin (12/10/2020).

Mereka tidak setuju dengan surat pembebasan retribusi parkir di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Pengadilan yang diterbitkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu pada 1 Oktober 2020.

Para jukir menilai surat yang diterbitkan tersebut sepihak tanpa ada pembicaraan dengan pengelola parkir selaku pemenang lelang yang menurut mereka tidak adil, pasalnya ada sejumlah jukir yang diamankan karena dianggap melakukan Pungutan Liar (Pungli).

Padahal hasil koordinasi dengan pihak Kejati Bengkulu maupun Pengadilan kedua instansi tersebut tidak keberatan jika harus membayar retribusi parkir.

Saat para jukir mendatangi Kantor Bapenda Kota Bengkulu, Kepala Bapenda Kota Bengkulu Hadianto justru meminta para pengelola mengarahkan para jukir dan pemenang lelang menemui pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu.

Koordinator Jukir Zona II Erwansyah menerangkan, hingga sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai zona II yang titiknya boleh dipungut retribusi.Pihaknya juga menilai bahwa Dishub Kota Bengkulu semena-mena dan menyebabkan para jukir tidak bahagia.

“Dari bulan April lalu mengenai Lahan parkir ini hingga sekarang belum juga kondusif, sedangkan mengenai titik parkir masih belum jelas, setidaknya sudah 6 orang juru parkir (jukir) kami yang ditangkap polisi karena dianggap pungli,” kata Erwansyah.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bengkulu Bardin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kejati Bengkulu dan pihaknya memperbolehkan mengambil retribusi parkir kecuali di hari Senin.

“Kami telah bertemu dengan As Intel kami sudah koordinasi, dan beliau memahami, sehingga boleh menarik retribusi parkir namun tidak untuk hari senin tidak boleh di pungut,” ucap Bardin.

Sementara, Plt, Sekda Kota Bengkulu Bujang HR mengatakan, untuk beberapa titik seperti yang disampaikan para jukir tidak boleh lagi di pungut retribusi melainkan pajak seperti toko Bunda Baby Shop, toko BetterHome, toko Pinzy Aceccoris HP, dan toko Sepeda Mas.

“Jadi nggak bisa lagi untuk dipungut parkir disana sedangkan untuk tempat yang lain itu sedang dibicarakan oleh Kadis Pemda dan Perhubungan,” tukas Bujang. (CW2)