BencoolenTimes.com, – Aksi demo tolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, sejumlah mahasiswa ditangkap aparat kepolisian, diantara tujuh mahasiswa dan satu pelajar.
Dalam aksi demonstrasi telah terjadi kericuhan dengan aparat kepolisian yang berjaga sehingga pihak polisi terpaksa memukul mundur massa aksi dengan menggunakan water Canon dan tembakan gas air mata.
Salah satu mahasiswa Unib Bengkulu, Aidil mengungkapkan bahwa, ada beberapa peserta demostrasi mengalami pingsan dan luka robek di kepala.
“Ada yang pecah kepala satu orang cewek dan satu orang cowok. Salah satu korban tadi di bawah ke kampus Poltekes tapi mungkin langsung di bawa ke rumah sakit pakai Almet Unib Bengkulu,” ungkap Aidil.
Diketahui, Juan syarin (19) mahasiswa Unib luka di pelipis kanan, Syifa (19) mahasiswa unib sesak nafas, Yona (18) mahasiswa Unib terkena gas air mata, Sherloni (18) mahasiswa Unib pingsan karena menghirup gas air mata, Meylinda (20) mahasiswa Unib terkana gas air mata.
Wakil Ketua BEM Unib Bengkulu Agung Roihan bahwa, lebih dari 5 orang terluka sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.
“Meminta pihak kepolisian harus bertanggungjawab atas korban aksi yang luka-luka dan dipukul secara paksa,” ujar Agung Roihan.
Selain itu, Aliansi mahasiswa Bengkulu menyatakan pernyataan sikap atas telah terjadi kericuhan dalam aksi demontrasi dan tindakan represif aparat kepolisian yang menyebabkan 8 orang ditangkap.
“Menuntut kawan-kawan kami yang ditangkap untuk segera dibebaskan, enam mahasiswa dari universitas Bengkulu, satu dari universitas Muhammadiyah Bengkulu dan satu orang pelajar,” tegasnya.
Berikut poin tuntutan aksi :
1. Menolak tegas kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. Menuntut dan mendesak presiden Republik Indonesia untuk mencabut kenaikan harga BBM subsidi.
3. Meminta Pak Jokowi Dodo mundur dari jabatannya sebagai presiden apabila tidak mampu membatalkan kenaikan harga BBM bersubsidi. (JRS)



