Home Hukum Positif Covid-19, Warga Asal Lampung Meninggal di Bengkulu

Positif Covid-19, Warga Asal Lampung Meninggal di Bengkulu

Gubernur Bengkulu Rohidin MersyahBencoolentimes.Com, – Provinsi Bengkulu sebelumnya salah satu daerah berstatus zona hijau penyebaran Covid-19. Namun status tersebut berubah menjadi zona merah atau dari status siaga menjadi darurat penanganan Covid-19 setelah ditemukan kasus positif Covid-19 yang menimpa warga asal Lampung.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, saat konferensi pers di Kantor Gubernur Bengkulu Selasa pagi (31/3/2020) mengatakan, sebelum dinyatakan positif, pasien tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di RS. Kota Bengkulu dan kemudian dirujuk ke RSUD dr M Yunus. Berdasarkan hasil pemeriksaan di laboraturium (Lab) yang dikirim tanggal 26 Maret 2020 mendapatkan hasil yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

“Hasil pemeriksaan lab, yang dikirim tanggal 26 Maret, hasilnya kita dapatkan tadi malam, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19,” kata Rohidin Mersyah.

Rohidin Mersyah menjelaskan, pasien pria
berumur 50 tahun tersebut datang ke Bengkulu 5 Maret 2020 menggunakan jasa transportasi darat, setelah di Bengkulu yang bersangkutan tinggal bersama Jamaah Tabligh di Masjid At Taqwa Bengkulu. Setelah itu yang bersangkutan ada keluhan sakit, dan sempat diperiksa kesehatannya di RS. Kota Bengkulu, kemudian pada 24 Maret dirujuk ke RS. M Yunus.

“Innalillahi Wa Inna ilaihi roji’un, tadi pagi yang bersangkutan meninggal dunia,” ungkap Rohidin Mersyah.

Selanjutnya, sinergi satuan gugus tugas covid-19 Provinsi Bengkulu bergegas melakukan monitoring ke lokasi pasien biasa berinteraksi dan tinggal. Masjid At Taqwa dibatasi garis polisi sementara dan dilakukan sterilisasi. Kemudian jamaah yang ada di dalam, diimbau untuk tidak berpindah sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Gubernur Rohidin juga menginstruksikan Walikota Bengkulu untuk bisa melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bengkulu. Karena sudah ada pasien positif, maka penanganan juga harus dilakukan. Termasuk tracking perjalanan pasien serta interaksinya.

“Jamaah Tabligh, ataupun komunitas semacamnya yang dari luar Provinsi Bengkulu, kita sarankan kembali dulu ke daerah masing-masing. Untuk kebaikan bersama, karena mengingat saat ini Bengkulu zona merah dan dalam darurat penanganan covid-19. Sekali lagi, bukan untuk penolakan kegiatan keagamaan maupun organisasi, kita paham saat ini bersama-sama ihtiar memutus mata rantai penyebaran, dan tetap melindungi satu sama lain,” jelas Rohidin Mersyah.

Data update covid-19 sebelumnya menunjukkan ODP Provinsi Bengkulu berjumlah 193, 2 PDP dalam perawatan dan 2 PDP meninggal dunia sementara 50 orang dinyatakan selesai pemantauan dan dinyatakan sehat.[Bay]