Tuesday, June 25, 2024
spot_img

Satpam PT. DDP Dipolisikan, Diduga Aniaya Petani

BencoolenTimes.com, – Dua orang satpam PT Daria Dharma Pratama (DDP) inisial DA dan TF dilaporkan ke polisi atas tindak penganiayaan terhadap dua orang petani anggota Kelompok Petani Maju Bersama, Poniran dan Darmen, dalam bentrok mempertahankan buah sawit di lahan grapan petani di lahan eks HGU PT Bina Bumi Sejahtera (BBS).

Satpam tersebut dilaporkan ke Polsek Mukomuko Selatan dengan nomor laporan : LP/B/21/VII/2023/SPKT/POLSEK MUKOMUKO SELATAN/POLRES MUKOMUKO/POLDA BENGKULU dan LP/B/22/VII/2023/SPKT/POLSESK MUKOMUKO SELATAN/POLRES MUKOMUKO/POLDA BENGKULU. Laporan ini akan dilimpahkan ke Polres Mukomuko.

Paralegal Petani, Reski Susanto, S.H menyampaikan, saat ini pihak petani mendesak terlapor segera ditangkap karena berdasarkan keterangan dari pihak Polres tindak pidana penganiayaan ini sudah jelas.

Baca Juga  Tewaskan Korban, Pelaku Penikaman Dibekuk Tim Gabungan Dalam Hitungan Jam

“Namun saat ini, terlapor belum ditangkap Polsek Mukomuko Selatan, alasannya karena belum ada perintah dari Polres Mukomuko. Kami meminta Kapolres segera merespon sebelum terlapor melarikan diri,” ujar Reski, Jumat (29/7/2023).

Reski juga menambahkan, petani yang diduga dianiaya satpam itu masih dalam tahap perawatan, karena keduanya mengalami luka yang cukup serius, bahkan Poniran mendapatkan jahitan di kening.

“Korban ditinju dan dipukul dengan batu oleh terlapor DA yang menyebabkan lebam pada bagian wajah sebelah kiri dan keluar darah dari hidung sampai terjatuh ke tanah dan korban satunya dipukul oleh TF yang menyebabkan luka pada pelipis sebelah kiri,” tambah Reski

Baca Juga  Ribut Harta Gono Gini Rumah Sakit An - Nissa, Pengusaha Bacok Pria Diduga Kekasih Mantan Istri

Para petani, menurut Reski, akan terus mendesak pihak Polres Mukomuko untuk memproses kasus ini, karena sudah berulangkali menimpa petani yang berjuang mempertahankan lahan garapan sumber penghidupan mereka.

“Saat ini petani masih menunggu komitmen Polres Mukomuko dalam menindak terduga pelaku penganiayaan dan juga menunggu keseriusan pemerintah daerah serta pusat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi,” tutup Reski. (RLS/JRS)

Related Articles

Latest Article

admin2
admin2
Untuk Informasi lebih lanjut tentang berita yang anda baca silahkan menghubungi kami. +6281382248493
error: Opss tulisan ini dilindungi Hak Cipta !!