Sempat Rapid Tes dan Negatif Covid-19, Satu PDP Corona Meninggal Dunia

BencoolenTimes.Com, – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menggelar konferensi pers perkembangan terbaru kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Bengkulu, Rabu (22/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, perkembangan terbaru Covid-19 di Provinsi Bengkulu, ada satu orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dengan jenis kelamin laki-laki, usia 57 warga Kota Bengkulu yang sempat mendapatkan perawatan di RS. M Yunus Kota Bengkulu meninggal dunia dan jenazahnya sudah dimakamkan sesuai dengan penanganan kasus Covid-19.

Pasien ini, sempat di rawat di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu. Disitu pasien menjalani rapid tes dan hasilnya negatif. Kemudian pada 18 April 2020 masuk ke RS. M Yunus dengan keluhan sesak, lemas dan mual. Pada 21 April sekira pukul 10 WIB pasien mengalami sesak hebat, kemudian pada pukul 17. 00 WIB pasien mengalami penurunan tekanan darah 90/60 dan pada pukul 02.00 WIB dini hari pasien dinyatakan meninggal. Selama dirawat di RS. M Yunus pasien sudah diambil Swab-nya dan masih menunggu hasilnya. Sebelum meninggal pasien di diagnosa penyakit berat.

Sementara, sambung Herwan Antoni, untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8 orang. Tiga orang yang berasal dari Kabupaten Kepahiang sudah di rawat di RSUD Kepahiang dengan kondisi dua orang yaitu istri dan anak stabil, sementara suaminya ada gangguan pernafasan atas dan dirawat di Rumah Sakit yang sama.Kemudian untuk konfirmasi dari Kota Bengkulu dirawat dan di isolasi di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Kota Bengkulu yang kondisinya stabil. Sejauh ini ada penambahan 10 Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 yang terdiri dari 3 orang dari Kabupaten Bengkulu Utara, 4 orang dari Kota Bengkulu dan 3 orang dari Kabupaten Mukomuko.

“Hari ini tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru, dan total kasus kita sampai hari ini untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) 614 orang, PDP 20 orang sedangkan spesimen yang sudah kita kirim sebanyak 72 dan sudah keluar 62 dan ada 10 spesimen dalam pemeriksaan,” ungkap Herwan Antoni.

Sedangkan, lanjut Herwan Antoni, untuk rapid tes yang sudah dilakukan sebanyak 1651 dan yang reaktif ada 9. Pihaknya juga telah berkordinasi dengan Kepala Dinas Kabupaten Kepahiang dan akan melakukan karantina tehadap tenaga kesehatan yang sempat kontak dengan kasus konfirmasi dan juga Dinas Kesehatan segera melakukan kontak treacing terhadap perjalanan dan keluarga dekat kasus konfirmasi.

“Besok kita akan ke Kabupaten Kepahiang mengambil Swab kembali terhadap tenaga kesehatan yang sempat kontak dengan kasus reaktif. Informasi besok ada 18 orang yang akan diambil swab. Juga besok kuta akan melakukan rapid tes yang bekerjasama dengan Bidang Kesehatan Polda Bengkulu dalam rangka kita ingin agar rangkai penularan yang ada kaitannya dengan kasus reaktir di Kaur dan kasus konfirmasi di Kepahiang kita akan coba telusuri untuk dilakukan rapid tes di Ponpes baik itu ustadnya maupun para santrinya,” terang Herwan Antoni. (Bay)