Home Hukum Takut Anak Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis, Warga Muara Bangkahulu Resah, Minta...

Takut Anak Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis, Warga Muara Bangkahulu Resah, Minta Polisi dan Pemerintah Segera Bertindak

Tim Pemburu TKP BDTV saat bertemu warga di lokasi Kecamatan Muara Bangkahulu

BencoolenTimes.Com, – Baru-baru ini Tim Pemburu Tempat Kejadian Perkara (TKP) BDTV Cacam Nian, Senin (6/9/2020) melakukan penelusuran kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan Ketua RT berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Muara Bangkahulu, terhadap anak laki-laki yang tinggalnya tak jauh dari rumah terduga pelaku.

Dugaan pencabulan berdasarkan penelusuran di lapangan, informasinya sudah menyebar luas di lingkungan sekitar, sebelum ini mencuat di media.

Bahkan warga yang tinggal dengan jarak sekitar 500 meter dari rumah terduga pelaku, sudah tahu akan hal itu. 

Selain itu, Tim Pemburu TKP BDTV Cacam Nian juga mendapatkan keterangan dari sejumlah warga Muara Bangkahulu Kota Bengkulu, yang mengaku resah dengan dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oknum PNS tersebut. Mereka was-was dan takut anaknya menjadi korban. 

Sehingga warga meminta penegak hukum dan pemerintah, segera menindaklanjuti dugaan tersebut agar tidak ada lagi korban lainnya dan kejadian yang sama. 

“Iya anak-anak kami jadi takut kalau keluar rumah sendiri, dan kita sebagai orang tua jadi was-was. Kalau kasus ini tidak diungkap segera, takut ada korban lain lagi,” kata salah satu warga sekitar saat bertemu media yang saat itu menelusuri kasus tersebut.

Berdasarkan penelusuran tim BDTV, saat menemui pihak keluarga korban yakni bibi didampingi nenek korban menuturkan, berdasarkan pengakuan korban dugaan pencabulan yang dilakukan terduga pelaku terjadi Jumat (4/9/2020) malam, di kawasan Jalur Dua Pondok Kelapa Bengkulu Tengah. “Malam Sabtu kejadiannya,” katanya.

Pihak keluarga korban menceritakan, sebelum kejadian, awalnya teman korban yang diduga diajak untuk berbuat tidak senonoh tersebut, untuk diambil spermanya. Sperma itu dijadikan alasan terduga pelaku, untuk bahan penelitian. Meski diiming-imingi uang Rp 50 ribu, namun teman korban menolak.

Lalu terduga pelaku diduga mencari sasaran lain, bertemulah dengan korban, terduga pelaku kemudian meminta nomor HP korban. Lalu, korban dihubungi terduga pelaku, diminta datang ke pos ronda karena ada urusan penting.

Korban lalu datang ke pos ronda, untuk diajak jalan-jalan, dengan mengendarai mobil. Korban lalu dibawa ke kawasan Jalur Dua Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, tepatnya daerah persawahan. Di situlah diduga terduga pelaku melakukan pencabulan tersebut di dalam mobil.

“Anak kami ini dirayu katanya minta sperma, untuk penelitian. Kemudian dicabuli itu sampai keluar cairan. Nah cairannya itu ditelan. Kan gak bener itu,” kata bibi korban. 

Diketahui, dugaan pncabulan tersebut ditangani Polres Bengkulu Tengah lantaran terduga pelaku melakukan aksinya di daerah Jalan Jalur Dua Kecamatan Pondok Kelapa Kota Bengkulu. 

Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Andjas Adi Permana melalui Kasat Reskrim Iptu Iman Paluki saat dikonfirmasi, Selasa (8/2020) menuturkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Kronologis kejadiannya yaitu terduga pelaku ini menghubungi korban melalui via WhatsApp dan mengajak korban pergi kesebuah pondok dengan mengiming-imingi korban dengan uang.

Korban kemudian mengikuti ajakan korban tersebut dengan mengendarai mobil. Setelah sampai di pondok korban oleh terduga pelaku diminta pindah tempat duduk di belakang dan meminta korban membuka celananya yang kemudian diduga dicabuli. 

Keterangan dari korban, sambung Iman, ia diimingi uang sebesar 100 ribu dan kemungkinan korban mengikuti kemauan terduga pelaku. Terduga korban juga mengakui hal tersebut baru pertama terjadi. “Masih kita dalami kasusnya,” jelas Iman. (Bay)